Modernisasi Armada, BRIN Adopsi Teknologi Kapal OceanX untuk Riset Maritim Indonesia

BRIN instruksikan periset inventarisasi teknologi kapal OceanXplorer untuk memperkuat armada kapal riset nasional dalam misi eksplorasi laut dalam Indonesia.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:59 WIB
Modernisasi Armada, BRIN Adopsi Teknologi Kapal OceanX untuk Riset Maritim Indonesia

Modernisasi Armada, BRIN Adopsi Teknologi Kapal OceanX untuk Riset Maritim Indonesia

matamata.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya memperkuat infrastruktur riset maritim nasional. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melakukan inventarisasi teknologi dan fasilitas kapal riset canggih milik OceanX untuk diterapkan pada armada riset milik BRIN.

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menginstruksikan para peneliti Indonesia yang terlibat dalam misi bersama ini untuk mempelajari secara detail standar peralatan di kapal OceanXplorer.

"Saya berpesan agar para periset mencatat baik-baik fasilitas dan peralatan yang ada di kapal OceanXplorer ini. Kita akan inventarisasi dalam rangka melengkapi kapal riset BRIN sendiri," ujar Amarulla dalam kegiatan daring OceanX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 – Mission Leg 2 di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Amarulla menargetkan, di masa depan, riset eksplorasi laut dalam di perairan Indonesia dapat dilakukan sepenuhnya oleh peneliti dalam negeri menggunakan kapal milik BRIN yang telah memiliki standar teknologi setara global.

"Nantinya, kita akan melaksanakan riset-riset lanjutan menggunakan kapal riset kita sendiri dengan peralatan yang juga sama canggihnya," tegasnya.

Selain aspek teknologi, Amarulla menekankan pentingnya dokumentasi dan penyimpanan sampel hasil riset sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini krusial untuk memastikan data hasil eksplorasi tetap menjadi aset negara yang terlindungi.

Kolaborasi tahap kedua antara BRIN dan OceanX ini berlangsung pada 5–24 Januari 2026, dengan fokus pada penelitian ekosistem dan gunung bawah laut. Misi ini merupakan kelanjutan dari riset tahap pertama yang mengeksplorasi rangkaian gunung laut di utara Sulawesi pada Desember 2025 lalu.

Eksplorasi berskala besar ini melibatkan konsorsium peneliti lintas institusi, mulai dari ITB, Unpad, Unmat, UIN Ar-Raniry, hingga University of Rhode Island, Amerika Serikat. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan temuan ilmiah baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas (capacity building) talenta riset maritim Indonesia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dokter RSUD Kota Tangerang ingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa picu peradangan paru-paru dan ses...

news | 09:56 WIB

Pemkab Aceh Barat menindaklanjuti temuan BPK RI 2025 dengan mengembalikan dana kerugian negara sebesar Rp917 juta ke kas...

news | 09:15 WIB

Kementerian ESDM memastikan penggunaan bahan bakar B50 aman setelah lolos uji durabilitas mesin tambang 1.000 jam dan ro...

news | 08:15 WIB

Polri dan Basarnas memaksimalkan pencarian jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perai...

news | 07:00 WIB

DPR mendesak Kemenkes dan BNPB mengoptimalkan penanganan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemenkes m...

news | 15:50 WIB