Kepala BRIN Ajak Sektor Industri Kolaborasi Manfaatkan Riset Dalam Negeri

Kepala BRIN Arif Satria ajak industri kolaborasi manfaatkan hasil riset dalam negeri dan tawarkan validasi teknologi lewat Rumah Inovasi Indonesia.

Elara | MataMata.com
Kamis, 26 Februari 2026 | 13:15 WIB
Kepala BRIN Ajak Sektor Industri Kolaborasi Manfaatkan Riset Dalam Negeri

Kepala BRIN Ajak Sektor Industri Kolaborasi Manfaatkan Riset Dalam Negeri

matamata.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengajak mitra industri untuk lebih aktif memanfaatkan hasil riset dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan perkembangan inovasi sekaligus mempercepat proses hilirisasi di Indonesia.

Dalam kegiatan BRIN Goes to Industry di Jakarta, Kamis (26/2), Arif menekankan bahwa peran swasta sangat vital dalam memajukan inovasi nasional karena posisi mereka sebagai pelaku pasar.

"Swasta paham betul kebutuhan pasar, tingkat efisiensi, hingga kelaikan ekonomi dan finansial. Hal-hal inilah yang diperlukan dalam kerja sama riset," ujar Arif.

Solusi Hambatan Investasi Arif mengungkapkan adanya fenomena di mana calon investor batal menanamkan modal pada perusahaan dalam negeri. Hal ini sering terjadi karena produk yang akan dipasarkan belum mendapatkan validasi teknologi yang mumpuni.

Di sinilah, menurut Arif, BRIN hadir untuk menutup celah tersebut. BRIN memposisikan diri sebagai pihak yang melakukan inkubasi dan penyempurnaan teknologi sesuai kebutuhan industri.

"Proses validasi itulah yang saya sebut sebagai inkubasi teknologi. Ada teknologi yang mungkin harus disempurnakan atau ditambah (improve). Peran BRIN menjadi sangat penting untuk memahami kebutuhan industri tersebut," jelasnya.

Optimalkan Rumah Inovasi Indonesia Sebagai langkah konkret, Arif mengajak seluruh mitra industri untuk memanfaatkan Rumah Inovasi Indonesia. Fasilitas ini terbuka bagi siapa pun yang ingin berkolaborasi menyelaraskan hasil invensi dengan kebutuhan bisnis.

Upaya ini diharapkan dapat mengakselerasi hilirisasi teknologi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita berharap bisa mempercepat proses pemanfaatan teknologi hasil invensi di BRIN agar bisa digunakan oleh industri untuk kepentingan bisnis maupun masyarakat luas," tutur Arif Satria.

Kegiatan BRIN Goes to Industry ini juga diisi dengan dialog bersama perwakilan dari 50 mitra industri. Dalam sesi tersebut, para pelaku usaha memberikan masukan terkait pengalaman kerja sama lisensi, manfaat yang diperoleh, hingga tantangan dalam komersialisasi produk riset di pasar. (Antara)

Baca Juga: GP Ansor: Sertifikasi Halal Tetap Wajib dalam Perjanjian Dagang RI-AS

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PLN Batam berhasil memulihkan pasokan listrik akibat pemadaman meluas sejak Senin. PLN juga menyiapkan kompensasi otomat...

news | 10:30 WIB

Pemerintah mengerahkan 60.000 lebih personel gabungan serta operasi udara dan OMC untuk mengatasi pemadaman karhutla sel...

news | 10:15 WIB

Peringati Hari Museum Indonesia, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Museum Nasional bersama pelajar dan menargetkan r...

news | 09:36 WIB

Komite FFI resmi mengumumkan daftar nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2026. Simak daftar lengkap nominasi fil...

news | 09:00 WIB

Menlu Arrmanatha Nasir menegaskan pelindungan WNI tetap jadi prioritas usai Kemlu tuntaskan 124 ribu kasus. Simak arah d...

news | 08:00 WIB