Netflix: Film Keluarga Rutin Tembus Peringkat Global Top 10

Netflix mengungkapkan film keluarga rutin masuk daftar Global Top 10 dalam 4 tahun terakhir. Simak tren menonton dan dukungan Netflix pada PP Tunas.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:10 WIB
Netflix: Film Keluarga Rutin Tembus Peringkat Global Top 10

Netflix: Film Keluarga Rutin Tembus Peringkat Global Top 10

matamata.com - Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, mengungkapkan bahwa film bertema keluarga konsisten menembus peringkat Global Top 10 dalam empat tahun terakhir. Prestasi ini membuka peluang besar bagi sineas lokal untuk terus bertumbuh.

"Di Netflix itu ada yang kami sebut Global Top 10. Selama empat tahun terakhir, pasti ada film keluarga yang muncul setiap minggunya di daftar tersebut," ujar Ruben dalam acara temu media di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Ruben, capaian positif ini menjadi momentum penting bagi platform streaming untuk meningkatkan kolaborasi dengan kreator film lokal. Tujuannya adalah menghadirkan lebih banyak konten berkualitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.

Data internal Netflix mencatat, sekitar 90 persen pelanggan di Indonesia pernah menonton film lokal. Menariknya, pengguna layanan di tanah air mayoritas menyaksikan film-film tersebut bersama keluarga di rumah.

"Ini keunikan dari budaya Indonesia. Mungkin ini adalah irisan dari budaya gotong royong, di mana kita terbiasa menonton bersama-sama," kata Ruben.

Selain film keluarga, konten khusus anak-anak juga diminati. Sepanjang tahun 2025, konten anak menyumbang sekitar 22 persen dari total keseluruhan tontonan di Netflix.

Untuk mengakomodasi tren ini, Netflix telah menyediakan kategori "Kids and Family" yang dikurasi khusus untuk anak-anak. Platform ini juga dilengkapi fitur kontrol orang tua (parental control) dan penyaringan usia guna memastikan keamanan anak saat berselancar di ruang digital.

Lebih lanjut, Ruben menegaskan komitmen Netflix dalam mendukung ruang digital yang aman untuk anak. Salah satunya dengan mengapresiasi penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

"Perlindungan anak di dunia digital bukan tugas sepihak dari pemerintah saja. Ini adalah tanggung jawab bersama antara penyedia layanan seperti Netflix, para kreator, dan tentu saja peran aktif keluarga," tutur Ruben. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta bisa menjadi kota sinema dunia layaknya Busan, Korea Selatan, didu...

news | 14:00 WIB

Pergelaran BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sukses membukukan omzet Rp334,95 juta untuk pelaku ekraf dan UMKM lokal. Jas...

news | 13:30 WIB

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB