Sindir 'Cara Lama', Golkar Gembleng Kader Muda AMPG agar Tetap Relevan
matamata.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar meminta kader muda partai berlambang pohon beringin tersebut untuk adaptif terhadap perubahan zaman. Langkah ini penting agar partai tetap relevan dengan berbagai perkembangan di tengah masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa cara-cara lama tidak selalu relevan untuk menghadapi tantangan baru. Oleh karena itu, kemampuan menyesuaikan diri menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi.
"Apa yang kita lakukan kemarin belum tentu cocok dengan apa yang kita hadapi hari ini. Kemampuan untuk beradaptasi dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman adalah kunci agar kita tetap relevan dengan situasi sekarang," ujar Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (11/7/2026) dini hari.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Pembukaan Diklat Kader Muda Nasional PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Gelombang III Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) AMPG.
Menurut Sarmuji, diklat ini sangat vital bagi Partai Golkar karena tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan wawasan politik, tetapi juga membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menjelaskan bahwa pembukaan diklat diawali dengan pelaksanaan Rapimnas yang diikuti oleh 36 DPD AMPG dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi momentum menyatukan arah gerak organisasi setelah seluruh DPD Partai Golkar tingkat provinsi menyelesaikan musyawarah daerah (musda).
Said menambahkan, pelaksanaan Rapimnas dan diklat ini merupakan arahan langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama Sekjen M. Sarmuji untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kader.
"Setelah ini kami akan melaksanakan diklat selama tiga hari, mulai besok sampai hari Minggu. Kegiatan ini difokuskan untuk menyamakan visi dan misi organisasi agar seluruh pengurus memiliki arah gerak yang sama," kata Said.
Peserta diklat kali ini merupakan para Ketua AMPG tingkat provinsi yang baru terpilih. Mereka diharapkan dapat berjalan selaras dalam menggerakkan organisasi dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa untuk memperkuat Partai Golkar ke depan.
Selain pendidikan politik, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan aksi kepedulian lingkungan berupa gerakan penanaman pohon. AMPG menargetkan penanaman 444.444 pohon secara nasional. Khusus di Jakarta, aksi diawali dengan penanaman simbolis 444 pohon beringin yang melibatkan seluruh peserta diklat.
Menurut Said, angka tersebut dipilih sebagai simbol identitas Partai Golkar yang memiliki nomor urut empat pada pemilu. Gerakan ini diharapkan dapat diikuti oleh kader Golkar di seluruh daerah sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Antara)