Menlu Sugiono Bertemu Menlu Iran di Mashhad, Bahas Isu Regional hingga Konflik Global
matamata.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Iran Seyyed Abbas Araghchi di Mashhad, Iran. Pertemuan tersebut digelar di sela-sela kehadiran delegasi Indonesia dalam rangkaian prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
"Kedua menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global serta menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan hukum internasional," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7).
Selain membahas stabilitas geopolitik, kedua menlu menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan kerja sama konkret di berbagai bidang prioritas.
Menlu Sugiono juga mendorong optimalisasi mekanisme bilateral agar implementasi kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Dalam kunjungan ini, Menlu Sugiono didampingi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta perwakilan dari dua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia, yaitu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah.
Selain bertemu Menlu Iran, delegasi Indonesia juga melangsungkan pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf untuk memantapkan diplomasi parlemen dan mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).
Pemerintah Iran secara khusus mengundang Pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad.
Dalam pernyataan resmi Kemlu RI, delegasi Indonesia menjadi delegasi resmi internasional pertama yang memberikan penghormatan langsung di makam tersebut.
Kehadiran delegasi ini dinilai mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Jakarta dan Teheran. Langkah ini sekaligus menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan kerja sama internasional. (Antara)