Menperin Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Bioenergi Global Berbasis Sawit

Indonesia bidik posisi pemain utama bioenergi sawit global lewat ajang INNOPROM 2026 di Rusia. Menperin tegaskan kesiapan transisi energi melalui mandatori B50.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:19 WIB
Menperin Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Bioenergi Global Berbasis Sawit

Menperin Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Bioenergi Global Berbasis Sawit

matamata.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit. Target ini akan dicapai melalui inovasi, hilirisasi, serta perluasan kerja sama internasional, termasuk dengan Rusia dan negara-negara di kawasan Eurasia.

"Melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional, kami ingin menjadikan industri sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga bagian dari solusi menuju ketahanan energi dan pembangunan industri yang berkelanjutan," ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7/2026).

Langkah strategis ini ditunjukkan lewat partisipasi Indonesia dalam forum bertema “Palm Oil and the Future of Sustainable Energy” pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, awal Juli lalu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai forum ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar industri nasional melalui kemitraan global.

Di tengah melonjaknya kebutuhan dunia akan energi bersih, Indonesia menawarkan pengalaman dan kapasitas industrinya dalam mengembangkan bioenergi kelapa sawit sebagai peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menambahkan bahwa forum tersebut menjadi panggung untuk membuktikan transformasi industri sawit Indonesia. Saat ini, orientasi industri sawit nasional sudah bergeser dari sekadar komoditas ekspor mentah menuju produk hilir bernilai tambah.

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan ajang ini untuk menunjukkan kesiapan mendukung transisi energi global. Salah satu program strategis yang dipamerkan adalah implementasi mandatori biodiesel B50 yang resmi berlaku mulai Juli 2026 ini.

Selain itu, Indonesia juga mengenalkan berbagai kebijakan pendukung keberlanjutan (sustainability) industri sawit. Mulai dari program peremajaan sawit rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan teknologi industri biodiesel.

Pemerintah juga terus memperkuat penerapan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Langkah ini dilakukan untuk memastikan produksi kelapa sawit nasional memenuhi standar hijau global sehingga mampu bersaing ketat di pasar internasional. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Pimpinan DPR RI berjanji mengesahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026. Sufmi Dasco Ahmad bahkan siap mundur dar...

news | 13:30 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan Gedung DPR terbuka menerima aspirasi masyarakat sesuai prosedur. Simak mekanismeny...

news | 13:15 WIB

Komisi III DPR RI menargetkan RUU Perampasan Aset disahkan pada Desember 2026 demi memaksimalkan pemulihan kerugian nega...

news | 11:23 WIB

Kementerian ESDM menyalurkan 48 genset dan mendirikan 30 posko bencana untuk menunjang fasilitas kesehatan pascagempa bu...

news | 10:15 WIB

Polda Metro Jaya mengerahkan 4.274 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI dan kawasan ...

news | 09:26 WIB