Presiden Prabowo Subianto berpidato secara khusus di acara Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall WEF, Kota Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.
Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan strategi besar pemerintahannya dalam mengelola Indonesia di hadapan para pemimpin dunia dan pakar ekonomi pada sesi pidato spesial Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk menerapkan standar internasional dalam setiap kebijakan, mulai dari pengelolaan investasi melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara hingga program hilirisasi sumber daya alam.
"Kami menjalankan Indonesia dengan standar internasional. Dari program sosial, kebijakan hilirisasi, hingga upaya mencapai kemandirian pangan dan energi, semuanya berjalan di bawah pengawasan ketat para ahli," tegas Presiden Prabowo.
Danantara dan Efisiensi BUMN Presiden menjelaskan bahwa pembentukan Danantara, yang kini mengelola aset senilai US$ 1 triliun, adalah langkah strategis untuk menjadikan Indonesia mitra sejajar bagi negara-negara maju.
Danantara didesain untuk membiayai industri masa depan dengan manajemen kelas dunia.
"Kami akan merampingkan 1.044 BUMN menjadi maksimal 300 perusahaan saja melalui rasionalisasi. Kami menghapus inefisiensi dan menerapkan tata kelola terbaik. Saya bahkan mengizinkan Danantara merekrut otak-otak terbaik dunia, termasuk ekspatriat asing, untuk memimpin," ujarnya.
Perangi 'Greed Economy' Selain ekonomi makro, Presiden menyoroti pentingnya penegakan hukum untuk membersihkan iklim usaha.
Ia mengungkapkan bahwa pada masa awal pemerintahannya, sejumlah penyelewengan besar di sektor BBM dan minyak sawit telah dibongkar.
"Tahun pertama pemerintahan bekerja, kami telah menyita 4 juta hektare perkebunan ilegal dan tambang-tambang ilegal. Ini bukan pasar bebas, saya menyebutnya sebagai greed economy atau ekonomi yang serakah," kata Presiden disambut perhatian para delegasi.
Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Menutup paparannya, Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus beriringan dengan kesejahteraan akar rumput.
Baca Juga: Tangkis Pernyataan Trump, China Beberkan Data Dominasi Energi Angin Dunia
Ia memaparkan sejumlah program prioritas yang kini tengah berjalan, antara lain:
Presiden meyakini bahwa dengan kombinasi antara ketegasan hukum, efisiensi investasi melalui Danantara, dan penguatan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan memberikan kejutan positif bagi komunitas global. (Antara)