Mahasiswa Indonesia di Swiss Harapkan Kunjungan Presiden Prabowo di WEF 2026 Tarik Investasi Global

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Swiss untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 membawa harapan besar bagi diaspora Indonesia. Kehadiran Kepala Negara di forum ekonomi global tersebut dinilai sebagai peluang emas untuk menjaring inve

Elara | MataMata.com
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:44 WIB
Mahasiswa Indonesia yang berada di Swiss, Sakti Dava Alam Sulistyo dan Justin Anugrawi Ratomo antusias saat menyambut kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden

Mahasiswa Indonesia yang berada di Swiss, Sakti Dava Alam Sulistyo dan Justin Anugrawi Ratomo antusias saat menyambut kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden

Matamata.com - Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Swiss untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 membawa harapan besar bagi diaspora Indonesia. Kehadiran Kepala Negara di forum ekonomi global tersebut dinilai sebagai peluang emas untuk menjaring investasi berkualitas dan berkelanjutan.

Sakti Dava Alam Sulistyo, mahasiswa Indonesia di University of Zurich, menyatakan bahwa partisipasi Prabowo sangat krusial untuk membuka pintu kerja sama internasional yang lebih luas.

"Semoga kita bisa mendapatkan investasi yang bagus dan banyak, supaya kita bisa berkembang bersama dari segi sumber daya manusia, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan lebih berkelanjutan (sustainable)," ujar Sakti melalui keterangan Tim Media Presiden, Kamis (22/1/2026).

Mahasiswa jurusan Bachelor of Business Administration ini juga menceritakan momen berkesannya saat menyapa Presiden menggunakan bahasa Jerman. "Saya menyampaikan Guten Abend (selamat malam) karena saya tahu Bapak bisa bahasa Jerman," tambahnya.

Senada dengan Sakti, Justin Anugrawi Ratomo, mahasiswa ETH Zurich, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Presiden Prabowo. Ia berharap kunjungan ini dapat memperkuat keterlibatan diaspora dalam pembangunan nasional.

"Peran diaspora, khususnya mahasiswa di luar negeri, dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi jangka panjang bangsa," tutur Justin.

Sebagai informasi, WEF 2026 mengusung tema "A Spirit of Dialogue". Forum ini menjadi panggung bagi 400 pemimpin politik tingkat tinggi, termasuk 65 kepala negara dan pemerintahan.

Selain Presiden Prabowo, sejumlah pemimpin dunia dijadwalkan hadir, antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, hingga Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Sebelum mendarat di Swiss, Presiden Prabowo telah menyelesaikan kunjungan kerjanya di London, Inggris, pada Rabu (21/1). Di London, ia melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Keir Starmer serta melakukan audiensi dengan Raja Inggris Charles III. (Antara)

Baca Juga: Hadiri WEF 2026, Presiden Prabowo Siap Sampaikan Pidato Khusus di Davos

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik...

news | 10:15 WIB

KPK agendakan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro haji (PIHK) pekan depan terkait kasus korupsi kuota haji yang m...

news | 09:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jal...

news | 08:30 WIB

GCC mendesak DK PBB segera amankan Selat Hormuz menyusul blokade Iran. Penutupan jalur maritim vital ini picu kenaikan h...

news | 07:00 WIB

KPK umumkan tingkat kepatuhan LHKPN 2025 mencapai 96,24%. Sektor yudikatif hampir 100%, sementara legislatif masih di an...

news | 06:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum yang menjerat tig...

news | 15:15 WIB