Zoho Corporation Lirik Indonesia untuk Pembangunan Pusat Data Baru

CEO Zoho Corporation Shailesh Kumar Davey ungkap rencana bangun pusat data di Indonesia. Simak syarat investasi dan strategi lokalisme transnasionalnya.

Elara | MataMata.com
Kamis, 22 Januari 2026 | 07:15 WIB
CEO Zoho Corporation Shailesh Kumar Davey sedang memberi penjelasan terkait kinerja perusahaannya saat menggelar media tour pada Selasa (20/1). ANTARA/Ricka Oktaviandini

CEO Zoho Corporation Shailesh Kumar Davey sedang memberi penjelasan terkait kinerja perusahaannya saat menggelar media tour pada Selasa (20/1). ANTARA/Ricka Oktaviandini

Matamata.com - Perusahaan teknologi global asal India, Zoho Corporation, menyatakan minat serius untuk membangun pusat data (data center) di kawasan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu kandidat lokasi utama.

CEO Zoho Corporation, Shailesh Kumar Davey, mengungkapkan bahwa ekspansi infrastruktur ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Namun, keputusan final pembangunan pusat data akan sangat bergantung pada dua faktor kunci: pertumbuhan bisnis di pasar domestik dan regulasi lokal yang berlaku.

"Dalam waktu dekat, kami akan membangun lokasi baru. Terkait keputusan membuka pusat data, kami memulai dengan menyediakan layanan terlebih dahulu, membuka kantor lokal, lalu menempatkan lebih banyak orang untuk mendukung pelanggan. Kombinasi pertumbuhan bisnis dan regulasi lokal inilah yang menjadi dasar penentuan waktunya," ujar Shailesh kepada ANTARA di Chennai, India, Rabu (21/1).

Fokus Ekspansi Asia Tenggara Sejak 2025, Zoho secara masif berfokus pada ekspansi di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Shailesh menilai transformasi digital di kedua kawasan ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, didorong oleh kebijakan kuat dari pemerintah masing-masing negara.

"Di negara berkembang dan ekonomi menengah, transformasi digital sedang terjadi saat ini. Kami memiliki rangkaian layanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sana," tambahnya. Hingga awal 2026, Zoho telah mengoperasikan 20 pusat data di seluruh dunia, dengan fasilitas terbaru berada di Dubai dan Abu Dhabi, UEA.

Usung Ideologi 'Lokalisme Transnasional' Selain investasi infrastruktur, Zoho menekankan pentingnya pengembangan talenta lokal melalui filosofi ‘transnational localism’ atau berpikir global namun bertindak lokal. Perusahaan berkomitmen untuk berkontribusi kembali kepada negara tempat mereka beroperasi dengan merekrut tenaga kerja setempat.

Sebagai contoh, di Singapura dan Arab Saudi, Zoho telah merekrut sekitar 50 karyawan lokal. Sementara di UEA, terdapat sekitar 80 pekerja lokal yang mayoritas merupakan lulusan baru (fresh graduate).

"Pengembangan talenta lokal membantu kami memetakan kebutuhan pelanggan secara lebih responsif dan memahami pasar di negara tersebut dengan lebih baik," jelas Shailesh.

Zoho Corporation sendiri dikenal sebagai penyedia perangkat lunak bisnis berbasis cloud yang terintegrasi, dengan lebih dari 55 aplikasi mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga sumber daya manusia (SDM). (Antara)

Baca Juga: Saskia Chadwick Bintangi Film 'Tolong Saya', jadi Edukasi untuk Pelajar di Luar Negeri

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik...

news | 10:15 WIB

KPK agendakan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro haji (PIHK) pekan depan terkait kasus korupsi kuota haji yang m...

news | 09:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jal...

news | 08:30 WIB

GCC mendesak DK PBB segera amankan Selat Hormuz menyusul blokade Iran. Penutupan jalur maritim vital ini picu kenaikan h...

news | 07:00 WIB

KPK umumkan tingkat kepatuhan LHKPN 2025 mencapai 96,24%. Sektor yudikatif hampir 100%, sementara legislatif masih di an...

news | 06:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum yang menjerat tig...

news | 15:15 WIB

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahra...

news | 14:15 WIB