Sah! Kilang Balikpapan Kini Terintegrasi Pipa Gas 78 Km, Langkah Nyata Menuju Swasembada Energi

Pertamina resmi mengintegrasikan RDMP Balikpapan dengan pipa gas Senipah 78 km. Kapasitas produksi BBM melonjak jadi 360 KBPD standar Euro V demi swasembada energi.

Elara | MataMata.com
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:15 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam peresmian proyek RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam peresmian proyek RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Matamata.com - PT Pertamina (Persero) resmi mengintegrasikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dengan pipa gas Senipah—Balikpapan sepanjang 78 kilometer (km). Infrastruktur ini akan menjadi jalur utama pasokan bahan baku energi menuju kilang.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa proyek RDMP ini merupakan bentuk integrasi antara sektor hulu dan hilir guna memperkuat ketahanan energi nasional.

"Proyek RDMP ini terintegrasi dari hulu ke hilir, diawali dengan struktur pipa Senipah sepanjang 78 km sebagai pemasok bahan baku menuju kilang ini," ujar Simon saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Di sisi hilir, RDMP Balikpapan juga telah terhubung dengan Terminal BBM Tanjung Batu. Fasilitas dengan kapasitas 125 ribu kiloliter (KL) ini diproyeksikan untuk melayani distribusi BBM di wilayah Indonesia bagian timur.

Fasilitas Modern dan Kapasitas Raksasa Sejumlah tonggak penting telah dicapai dalam proyek senilai 7,4 miliar dolar AS (sekitar Rp124,79 triliun) ini.

Di antaranya adalah pengoperasian Single Point Mooring (SPM) untuk tambat kapal pengangkut minyak mentah raksasa, serta unit fasilitas utama seperti Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

Fasilitas CDU berfungsi mengolah minyak mentah melalui proses distilasi, sementara RFCC mampu mengubah residu menjadi produk bernilai tinggi. Selain itu, Pertamina membangun dua tangki penyimpanan minyak mentah raksasa di Lawe-Lawe dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel.

"Hasil pengolahan Kilang Balikpapan akan memiliki kualitas standar Euro V. Artinya, produk kita lebih ramah lingkungan dan efektif mengurangi emisi," tambah Simon.

Menuju Swasembada Energi Penyelesaian RDMP ini meningkatkan kapasitas produksi BBM secara signifikan, dari semula 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD. Simon menegaskan, keberhasilan ini adalah wujud nyata komitmen Pertamina sebagai pilar energi bangsa.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ribuan 'Perwira' Pertamina yang bekerja di tengah kompleksitas dan risiko tinggi demi mengejar target inovasi nasional.

Baca Juga: Megawati: Pilkada Lewat DPRD Khianati Reformasi dan Putusan MK!

"Kita menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kita dapat menentukan nasib kita dan bergerak mantap menuju swasembada energi," tegasnya.  (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Apkasindo mendukung kebijakan ekspor satu pintu PT DSI, namun mendesak pemerintah segera memulihkan harga TBS sawit peta...

news | 17:50 WIB

Pemkab Bogor menyembelih sapi kurban seberat 1,2 ton bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di Masjid Raya Nurul Wathon ...

news | 17:46 WIB

Ketua KPK Setyo Budiyanto meminta jajaran penyidik hingga penuntut berhati-hati menerapkan KUHP dan KUHAP baru yang berl...

news | 17:43 WIB

Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' garapan sutradara Baim Wong sukses menembus 1 juta penonton dalam 14 hari. Simak sinops...

news | 14:33 WIB

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir memperingatkan ancaman baru krisis air global akibat konsumsi miliaran liter air oleh infras...

news | 14:31 WIB

Petani tembakau (APTI) dan cengkeh (APCI) mendesak Kemenkes mengkaji ulang aturan penyeragaman kemasan rokok dalam RPMK ...

news | 10:30 WIB

Presiden AS Donald Trump tegas menolak Rusia atau China menyimpan pasokan uranium Iran. Ketegangan nuklir memanas pasca-...

news | 09:15 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji memuji peningkatan signifikan pelayanan haji 2026. Fasilitas Armuzna lancar ...

news | 08:30 WIB

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria buka suara terkait kritik tajam pemangkasan Dana Desa 2026 sebesar Rp34 triliun demi mend...

news | 07:00 WIB

Indonesia lewat Wamen Mendes PDT Ahmad Riza Patria tegaskan komitmen belajar manajemen pengentasan kemiskinan dari China...

news | 06:15 WIB