Rusia Hormati Langkah Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Meski Pilih Absen

Pemerintah Federasi Rusia menyatakan penghormatannya terhadap keputusan berdaulat Indonesia untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Meski memiliki pandangan berbeda, Moskow mengaku memahami posisi diplomasi yang diambil

Elara | MataMata.com
Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:15 WIB
Rusia Hormati Langkah Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Meski Pilih Absen

Rusia Hormati Langkah Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Meski Pilih Absen

matamata.com - Pemerintah Federasi Rusia menyatakan penghormatannya terhadap keputusan berdaulat Indonesia untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Meski memiliki pandangan berbeda, Moskow mengaku memahami posisi diplomasi yang diambil Presiden Prabowo Subianto.

"Kami menghormati keputusan kedaulatan Indonesia dan memahami alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto. Kami paham bahwa Indonesia ingin melindungi Palestina," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Kamis (26/2) malam.

Tolchenov menilai Presiden Prabowo dan Menteri Luar Negeri Sugiono tetap konsisten dalam mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar konflik Palestina-Israel. Menurutnya, partisipasi Indonesia di BoP merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Alasan Rusia Absen Kendati menghormati posisi Jakarta, Tolchenov menegaskan bahwa Rusia memilih untuk tidak berpartisipasi dalam Dewan Gaza. Rusia juga tercatat tidak memberikan suara dukungan terhadap Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB yang menjadi landasan pembentukan dewan tersebut.

Ia memaparkan ada poin-poin krusial yang membuat Rusia keberatan. Dalam struktur Dewan Gaza, tidak disebutkan secara eksplisit mengenai mandat solusi dua negara maupun pengakuan resmi terhadap kedaulatan Negara Palestina.

"Di Dewan Gaza tidak ada penyebutan tentang solusi dua negara, pembentukan negara Palestina, atau pengakuan negara Palestina," tegas Tolchenov.

Selain itu, Rusia menyoroti ketimpangan representasi dalam lembaga tersebut. Tolchenov menyayangkan tidak adanya keterlibatan pihak Palestina di dalam struktur BoP, sementara Israel tercatat sebagai anggota.

"Di Dewan Gaza tidak ada orang Palestina. Israel ada, Palestina tidak ada. Jadi, bagaimana kita bisa melakukannya (bergabung)?" imbuhnya.

Komitmen Indonesia Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan posisi Indonesia saat menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di hadapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Prabowo menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia adalah manifestasi politik luar negeri bebas aktif untuk mendorong perdamaian yang adil bagi rakyat Palestina.

Baca Juga: Tayang Hari Ini, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Hadir Sebagai Pengingat Pentingya Pulang ke Keluarga di Lebaran Mendatang

Rusia menyatakan akan tetap memantau perkembangan efektivitas dewan tersebut ke depan. "Kami menghormati negara-negara yang berada di BoP, dan kita akan lihat apa yang akan mereka hasilkan di sana," tutup Tolchenov. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung rampung 2027 untuk men...

news | 15:00 WIB

Perum Bulog merealisasikan penyerapan beras petani sebesar 4,11 juta ton hingga awal Oktober 2026, melampaui target peme...

news | 14:30 WIB

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq mematangkan strategi baru penanganan karhutla di Kalimantan Selatan berbasis pemetaa...

news | 14:00 WIB

Pomdam Jaya menahan oknum TNI Letkol Arman terkait pengoperasian judi online di rumah dinas KPAD Cijantung, Jakarta Timu...

news | 13:30 WIB

Kementerian Keuangan beberkan 4 faktor utama pemicu PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi di level 52,4 pada...

news | 13:01 WIB