Pertamina Pastikan Aset Minyak di Venezuela Aman Pasca-Serangan Amerika Serikat

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset minyak milik perusahaan di Venezuela tidak terdampak menyusul eskalasi serangan militer Amerika Serikat ke negara tersebut.

Elara | MataMata.com
Senin, 05 Januari 2026 | 13:15 WIB
Pertamina Pastikan Aset Minyak di Venezuela Aman Pasca-Serangan Amerika Serikat

Pertamina Pastikan Aset Minyak di Venezuela Aman Pasca-Serangan Amerika Serikat

matamata.com - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset minyak milik perusahaan di Venezuela tidak terdampak menyusul eskalasi serangan militer Amerika Serikat ke negara tersebut.

PIEP diketahui memegang kendali atas 71,09 persen saham perusahaan migas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki sejumlah aset strategis di Venezuela.

"Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan hingga saat ini, tidak terdapat dampak terhadap aset maupun staf M&P di Venezuela," ujar Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Dhaneswari menegaskan bahwa PIEP terus berkoordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai langkah mitigasi. Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan para pekerja dan menjaga operasional tetap berjalan normal di tengah ketidakpastian politik.

Kondisi geopolitik di Venezuela memanas setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pengambilan kendali sementara atas negara tersebut. Situasi kian genting pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya untuk dibawa ke AS, disertai serangan udara terhadap berbagai instalasi sipil dan militer.

Trump juga menyatakan rencana investasi besar-besaran oleh perusahaan minyak AS untuk memulihkan produksi di Venezuela. Hal ini memicu kekhawatiran global mengenai status kepemilikan aset perusahaan asing lainnya di wilayah tersebut.

Pertamina saat ini tercatat memiliki aset migas yang tersebar di 11 negara, termasuk Irak, Aljazair, dan Nigeria, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.

Menanggapi konflik tersebut, Pemerintah Indonesia secara resmi menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog. Indonesia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, Piagam PBB, serta hukum humaniter internasional dalam penyelesaian krisis di Venezuela. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri dan membuka secara resmi Muktamar Ke-35 NU d...

news | 15:24 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendorong pemda memperkuat pelestarian 729 bahasa daerah di Indonesia agar terhindar dari kepun...

news | 15:30 WIB

Survei DSI Agustus 2026 mencatat 62,4% publik menilai pemerintah Presiden Prabowo Subianto serius memberantas korupsi da...

news | 15:17 WIB

Pimpinan DPR RI berjanji mengesahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026. Sufmi Dasco Ahmad bahkan siap mundur dar...

news | 13:30 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan Gedung DPR terbuka menerima aspirasi masyarakat sesuai prosedur. Simak mekanismeny...

news | 13:15 WIB