Wamenperin: Perjanjian RI-AS Lompatan Besar Hilirisasi Pasir Silika dan Semikonduktor

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menegaskan bahwa perjanjian dagang resiprokal antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat merupakan lompatan besar bagi industrialisasi nasional.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:00 WIB
Arsip - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

Arsip - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

Matamata.com - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menegaskan bahwa perjanjian dagang resiprokal antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat merupakan lompatan besar bagi industrialisasi nasional.

Kerja sama ini dinilai membuka jalan bagi percepatan hilirisasi mineral yang selama ini terkendala teknologi dan akses pasar.

"Dengan adanya perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat, hilirisasi pasir silika sebagai bahan utama produksi chip atau semikonduktor berpeluang direalisasikan di dalam negeri. Ini lompatan besar bagi industrialisasi Indonesia," ujar Faisol Riza dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (27/2).

Faisol menjelaskan, pasir silika adalah komponen vital dalam rantai pasok semikonduktor global. Melalui kesepakatan ini, Indonesia berpotensi menjadi pemasok utama bagi perusahaan teknologi berbasis AS, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam domestik secara signifikan.

Proteksi IKM dan Fasilitas Tarif Nol Persen Menanggapi kekhawatiran publik, Faisol memastikan perjanjian ini tidak akan mematikan industri kecil dan menengah (IKM). Pemerintah telah merancang skema agar produk lokal tidak berbenturan langsung dengan produk impor asal AS di pasar domestik.

Sebaliknya, perjanjian ini justru memberikan napas baru bagi eksportir lokal. Tercatat sebanyak 1.819 produk Indonesia kini mendapatkan fasilitas tarif nol persen untuk masuk ke pasar AS. Sebelumnya, produk-produk tersebut dibebani tarif berkisar 8 hingga 12 persen.

"Kelompok industri tekstil, furnitur kayu, karet, serta berbagai produk IKM justru sangat diuntungkan. Ini peluang besar untuk ekspansi ekspor dan penciptaan lapangan kerja," tegasnya.

Strategi Politik Dagang Berimbang Wamenperin menekankan bahwa strategi yang diambil Presiden Prabowo Subianto mencerminkan politik dagang yang berimbang. Indonesia tidak hanya membuka pasar, tetapi juga mengamankan kepentingan industri dalam negeri di sektor strategis.

"Ini bukan sekadar perjanjian dagang biasa, melainkan bagian dari strategi besar menjadikan Indonesia pemain penting dalam rantai pasok global, termasuk industri teknologi tinggi," tambah Faisol.

Sebagai informasi, perjanjian dagang resiprokal ini ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada 19 Februari 2026. Kesepakatan ini akan mulai berlaku efektif 90 hari setelah kedua negara menyelesaikan prosedur hukum internal masing-masing.

Baca Juga: Tayang Hari Ini, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Hadir Sebagai Pengingat Pentingya Pulang ke Keluarga di Lebaran Mendatang

Pemerintah juga memastikan adanya klausul evaluasi berkala untuk menjaga fleksibilitas kepentingan nasional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, meluapkan kemarahannya saat meninjau infrastruktur Kampung N...

news | 15:15 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, mendesak agar proses hukum terhadap Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) y...

news | 14:15 WIB

Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, mengkritik keras narasi yang memisahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari ...

news | 13:15 WIB

Pemerintah Federasi Rusia menyatakan penghormatannya terhadap keputusan berdaulat Indonesia untuk bergabung dalam Dewan ...

news | 10:15 WIB

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 15 tahun...

news | 09:15 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohammed ...

news | 08:30 WIB

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat armada laut Indonesia. Sebanyak 1...

news | 07:15 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, mengkritik keras Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batam terkait t...

news | 16:15 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi meluncurkan gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung...

news | 15:15 WIB

Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi meminta bantuan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, u...

news | 14:15 WIB