Musim Haji 2026, Garuda Indonesia Siapkan 15 Armada untuk 102 Ribu Jemaah

Maskapai nasional Garuda Indonesia menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk melayani musim haji 2026.

Elara | MataMata.com
Rabu, 07 Januari 2026 | 17:00 WIB
Suasana penandatanganan kerja sama Kementerian Haji dan Umrah dengan Garuda Indonesia untuk transportasi jamaah haji reguler, di Jakarta, Rabu (17/12/2025). ANTARA/HO- Garuda Indonesia

Suasana penandatanganan kerja sama Kementerian Haji dan Umrah dengan Garuda Indonesia untuk transportasi jamaah haji reguler, di Jakarta, Rabu (17/12/2025). ANTARA/HO- Garuda Indonesia

Matamata.com - Maskapai nasional Garuda Indonesia menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk melayani musim haji 2026.

Langkah ini diambil guna menerbangkan 102.502 calon jemaah haji (calhaj) yang terbagi dalam 276 kelompok terbang (kloter).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa seluruh jemaah tersebut berasal dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia.

"Sebanyak 102.502 calhaj Indonesia ini berasal dari 10 embarkasi dan diterbangkan secara bertahap sesuai jadwal yang ditetapkan bersama pemerintah," ujar Glenny saat dihubungi dari Samarinda, Rabu (7/1/2026).

Adapun 10 embarkasi tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta (Asrama Haji Banten dan sebagian Pondok Gede), Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Fase keberangkatan menuju Tanah Suci direncanakan berlangsung mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan rincian:

Menuju Madinah: 22 April – 6 Mei 2026.
Menuju Jeddah: 7 – 21 Mei 2026.

Sementara itu, fase kepulangan jemaah ke tanah air akan dilaksanakan pada 1 – 30 Juni 2026, dengan jadwal keberangkatan dari Jeddah pada paruh pertama bulan dan dari Madinah pada paruh kedua bulan Juni.

Komitmen Layanan Berkelanjutan Penyiapan armada ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Transportasi Udara Haji periode 2026–2028 yang ditandatangani pada 17 Desember 2025 lalu.

Kesepakatan tersebut diteken oleh Dirut Garuda Indonesia dan Dirjen Penyelenggaraan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heriyawan.

Baca Juga: KPK Segera Umumkan Status Pencekalan Terbaru Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

"Melalui kerja sama yang ditandatangani lebih awal ini, kami dapat menyelaraskan misi pemerintah untuk mempermudah perjalanan masyarakat dalam menunaikan ibadah haji," jelas Glenny.

Ia juga menambahkan bahwa fokus utama Garuda Indonesia tahun ini tetap pada keamanan dan kenyamanan jemaah, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) yang menjadi prioritas layanan di atas pesawat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menkomdigi Meutya Hafid tegaskan RI di Board of Peace bukan untuk normalisasi, melainkan demi rekonstruksi Palestina dan...

news | 15:58 WIB

Manajemen Persib resmi menutup sementara Tribun Selatan Stadion GBLA mulai laga lawan Persita. Penutupan imbas kericuhan...

news | 12:15 WIB

TVRI resmi jadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Sesuai arahan Presiden Prabowo, siaran ini fokus gerakkan ekonomi ra...

news | 10:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta Kementan segera memulihkan 1.500 hektare sawah di Pidie Jaya, Aceh, yang tertimbun lumpu...

news | 08:15 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pastikan bantuan pangan beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter cair pekan depan. Cek tot...

news | 07:00 WIB

Menaker Yassierli ajak mitra Magang Nasional fasilitasi uji kompetensi BNSP. Simak info kenaikan uang saku magang 2026 y...

news | 12:39 WIB

Kemenhaj pastikan penanganan medis jamaah umrah yang sakit di negara transit. Simak kronologi evakuasi jamaah dari Oman ...

news | 12:29 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung penuh Hari Wayang Dunia 2026 di Yogyakarta. Simak rencana pelestarian wayang lang...

news | 12:12 WIB

Anggota DPR RI Irma Suryani tegaskan THR swasta wajib cair dua minggu sebelum Lebaran. Simak aturan sanksi dan instruksi...

news | 11:15 WIB

DPR RI mengapresiasi kesepakatan penghapusan bea masuk 1.819 produk Indonesia ke Amerika Serikat. Simak daftar produk ya...

news | 07:15 WIB