Menteri PKP Rancang Transformasi Kawasan Menteng Jadi Destinasi Tematik Tanpa APBN

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyiapkan rencana transformasi Kawasan Menteng, Jakarta, menjadi kawasan tematik seperti kampung kuliner pada tahun 2026.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 02 Januari 2026 | 08:15 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta. ANTARA/Aji Cakti

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta. ANTARA/Aji Cakti

Matamata.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyiapkan rencana transformasi Kawasan Menteng, Jakarta, menjadi kawasan tematik seperti kampung kuliner pada tahun 2026.

Proyek penataan ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sektor non-pemerintah.

Maruarar, yang akrab disapa Ara, menegaskan bahwa rencana kebijakan ini akan mengedepankan dialog dengan warga setempat untuk memastikan dukungan masyarakat sebelum program dijalankan.

“Sebelum program berjalan, kami akan berdialog dengan warga. Apakah mereka setuju atau tidak. Setiap kebijakan publik harus melibatkan masyarakat agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Ara dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/1).

Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan di Kelurahan Menteng, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi warga melalui konsep kawasan tematik.

Salah satu poin utama dalam penataan kawasan kumuh ini adalah penggunaan pendekatan gotong royong tanpa menyerap dana APBN. Saat ini, dua unit rumah di kawasan tersebut tengah direnovasi dengan progres mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan Januari 2026.

“Saat ini sudah ada dua rumah yang direnovasi secara gotong royong, progresnya sudah 70 persen dan kami targetkan selesai pertengahan Januari 2026. Ini contoh nyata bahwa dengan kolaborasi, perbaikan hunian bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Ara.

Kementerian PKP memproyeksikan renovasi sekitar 50 rumah di wilayah tersebut. Penataan ini juga melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang akan menyusun desain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya atau gratis.

“Kami ingin penataan kawasan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga lingkungan. IAI akan membantu mendesain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya, sehingga hasilnya lebih tertata dan layak huni,” pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Hunian Danantara dan Pimpin Rapat Koordinasi di Aceh

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum yang menjerat tig...

news | 15:15 WIB

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahra...

news | 14:15 WIB

Otorita IKN (OIKN) memprioritaskan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada 2026. Simak target pemindahan 4.000 ...

news | 13:15 WIB

Antisipasi krisis energi akibat blokade Selat Hormuz, Pemerintah Korea Selatan resmi terapkan sistem ganjil-genap kendar...

news | 12:15 WIB

Ombudsman RI meminta dukungan Komisi II DPR untuk realisasi anggaran pengawasan program prioritas seperti Makan Bergizi ...

news | 11:15 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Donan, Cilacap. Simak fungsinya untuk pe...

news | 10:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sek...

news | 09:15 WIB

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. S...

news | 08:15 WIB

Malaysia resmi berlakukan WFH bagi pegawai pemerintah mulai 15 April 2026 demi hemat BBM. Simak perbandingannya dengan k...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai lawatan ke Jepang & Korsel. Membawa komitmen investasi Rp380 triliun dan 10 MoU st...

news | 06:00 WIB