Presiden Prabowo: Penanganan Bencana Sumatera Tetap Serius Meski Tak Berstatus Bencana Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tetap menangani dampak bencana di wilayah Sumatera secara serius meski tidak menetapkannya sebagai bencana nasional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 01 Januari 2026 | 16:15 WIB
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas terkait perkembangan pembangunan rumah hunian untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden)

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas terkait perkembangan pembangunan rumah hunian untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden)

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tetap menangani dampak bencana di wilayah Sumatera secara serius meski tidak menetapkannya sebagai bencana nasional.

Keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak di daerah terdampak tanpa harus menaikkan status skala nasional.

Dalam rapat terbatas yang dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1), Presiden menjelaskan bahwa dampak bencana saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau kita tiga provinsi sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," tegas Prabowo.

Keseriusan Pemerintah dan Anggaran Presiden menepis anggapan bahwa pemerintah meremehkan dampak bencana tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran fisik mayoritas anggota Kabinet Merah Putih di lapangan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah.

Saat ini, sedikitnya terdapat 10 menteri yang sedang bertugas di Aceh, dua menteri di Aceh Utara, dan sejumlah menteri lainnya di berbagai titik terdampak.

"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya, dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," jelas Presiden.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan finansial yang signifikan untuk proses pemulihan. "Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," imbuhnya.

Peninjauan Rumah Hunian Danantara Selain memberikan arahan, Presiden Prabowo meninjau langsung progres pembangunan "Rumah Hunian Danantara" di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Pembangunan hunian yang dimulai sejak 24 Desember 2025 ini merupakan proyek BPI Danantara untuk warga terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf. CEO Danantara, Rosan Roeslani, turut memberikan penjelasan teknis mengenai perkembangan fasilitas dan struktur bangunan yang sedang dikerjakan.

Baca Juga: Seskab Teddy Indra Wijaya Buka Ratas Bahas Proyek 15 Ribu Hunian Sementara Danantara

Sebelum memulai peninjauan, Presiden menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat yang hadir di lokasi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum yang menjerat tig...

news | 15:15 WIB

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahra...

news | 14:15 WIB

Otorita IKN (OIKN) memprioritaskan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada 2026. Simak target pemindahan 4.000 ...

news | 13:15 WIB

Antisipasi krisis energi akibat blokade Selat Hormuz, Pemerintah Korea Selatan resmi terapkan sistem ganjil-genap kendar...

news | 12:15 WIB

Ombudsman RI meminta dukungan Komisi II DPR untuk realisasi anggaran pengawasan program prioritas seperti Makan Bergizi ...

news | 11:15 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Donan, Cilacap. Simak fungsinya untuk pe...

news | 10:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sek...

news | 09:15 WIB

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. S...

news | 08:15 WIB

Malaysia resmi berlakukan WFH bagi pegawai pemerintah mulai 15 April 2026 demi hemat BBM. Simak perbandingannya dengan k...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai lawatan ke Jepang & Korsel. Membawa komitmen investasi Rp380 triliun dan 10 MoU st...

news | 06:00 WIB