Gus Ipul: Donasi Bencana Boleh Dibuka Siapa Saja, Asal Transparan dan Bisa Dipertanggungjawabkan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa masyarakat diperbolehkan menggalang dana untuk membantu korban bencana, dengan catatan laporan penggunaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Elara | MataMata.com
Rabu, 10 Desember 2025 | 09:15 WIB
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan (tengah) pada kegiatan Tabligh Akbar doa bersama dan donasi untuk Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Bengkulu, Senin. (8/12/2025). ANTARA/Boyke Ledy Watra

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan (tengah) pada kegiatan Tabligh Akbar doa bersama dan donasi untuk Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Bengkulu, Senin. (8/12/2025). ANTARA/Boyke Ledy Watra

Matamata.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa masyarakat diperbolehkan menggalang dana untuk membantu korban bencana, dengan catatan laporan penggunaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul menanggapi maraknya artis dan influencer yang turut membuka donasi untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Yang penting itu kita bisa mempertanggungjawabkan dana yang kita kumpulkan dari masyarakat ini, caranya dicatat dengan baik siapa yang membantu, siapa yang menyumbang, setelah itu dilaporkan. Uang yang sudah dikumpulkan ini untuk apa saja, siapa yang menerima, alamatnya di mana, dan diperuntukkan untuk kepentingan apa," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa baik individu maupun lembaga dapat menyelenggarakan penggalangan dana, namun tetap perlu mengikuti prosedur dengan mengajukan izin terlebih dahulu.

"Izinnya bisa dari kabupaten, kota, atau dari Kemensos kalau tingkat nasional, ya. Sangat mudah izinnya, enggak perlu rumit, yang paling penting nanti kalau sudah mendapatkan sumbangan itu dilaporkan. Kalau misalnya Rp500 juta ke bawah itu cukup audit internal, tetapi laporannya harus diserahkan ke Kemensos," kata dia.

Untuk dana di atas Rp500 juta, lanjutnya, wajib dilakukan audit oleh auditor bersertifikat agar distribusi bantuan lebih tepat dan sesuai ketentuan.

"Harus bekerja sama dengan auditor yang bersertifikat untuk bisa melaporkan, dapatnya dari mana saja, dan untuk apa saja," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mensos juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam membantu para penyintas bencana, baik melalui donasi, bantuan logistik, tenaga relawan, maupun bentuk dukungan lainnya.

"Sungguh kita mengapresiasi bagi pihak-pihak yang ingin memberikan dukungan, membantu, dan kemudian mengumpulkan dana dari masyarakat, silakan, tetapi yang penting saya harapkan bisa memenuhi ketentuan yang ada dengan mendaftar atau izin. Sekarang sudah sangat mudah, bisa secara online juga supaya semua itu tercatat dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Gus Ipul menutup dengan imbauan agar masyarakat menjunjung tinggi tanggung jawab dalam pengelolaan dana publik.

Baca Juga: Kemensos Operasikan 39 Dapur Umum Senilai Rp2 Miliar per Hari untuk Pengungsi

"Jadi pada teman-teman saya, saudara-saudara saya, dan masyarakat secara umum, mari kita bantu dengan taat kepada aturan," ujarnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons tuntutan BEM SI Jateng terkait melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar...

news | 14:08 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan 300 perusahaan kelapa sawit ke Satgas Pangan Polri karena sengaja menahan harga TB...

news | 12:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan aturan skema bagi hasil sektor pertambangan minerba tidak akan berubah selamany...

news | 12:15 WIB

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan penanaman integritas sejak dini adalah kunci pencegahan korupsi PPDB, di...

news | 11:45 WIB

Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke level Rp18.107 per dolar AS pada Senin pagi. Simak analisis pemicunya mulai dari ...

news | 10:30 WIB

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan eks Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba t...

news | 10:30 WIB