Tragedi Kebakaran Kemayoran: Calon Ibu Muda Tewas Menjelang Hari Kelahiran Pertama

Salah satu korban kebakaran Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Selasa siang, diketahui sedang mengandung anak pertamanya dan mendekati hari perkiraan lahir (HPL). Perempuan bernama Novia itu ditemukan meninggal dalam kond

Elara | MataMata.com
Rabu, 10 Desember 2025 | 07:00 WIB
Tragedi Kebakaran Kemayoran: Calon Ibu Muda Tewas Menjelang Hari Kelahiran Pertama

Tragedi Kebakaran Kemayoran: Calon Ibu Muda Tewas Menjelang Hari Kelahiran Pertama

matamata.com - Salah satu korban kebakaran Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Selasa siang, diketahui sedang mengandung anak pertamanya dan mendekati hari perkiraan lahir (HPL). Perempuan bernama Novia itu ditemukan meninggal dalam kondisi utuh, namun tidak tertolong akibat terjebak asap tebal.

Sepupu suami korban, Prasetyo (33), menceritakan keluarga masih sangat terpukul karena Novia tengah menantikan kelahiran sang buah hati.

"Sudah tua usia kandungannya. Kemungkinan Januari itu sudah HPL-nya. Ini anak pertama," ujar Prasetyo saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.

Meski usia kehamilannya sudah besar, Novia tetap masuk kerja seperti biasa dan belum mengambil cuti sebelum musibah terjadi.

Prasetyo mengatakan dirinya mendapat kabar kebakaran dari sang mertua sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, Novia berada di lantai lima gedung.

"Mau turun ke lantai satu tapi tidak bisa karena api sudah menyebar," ungkapnya.

Novia disebut sempat berusaha menyelamatkan diri, namun jalur evakuasi sudah dipenuhi asap tebal sehingga ia kembali naik ke lantai lima.

"Jadi balik lagi ke lantai lima. Mungkin dari asapnya ya, oksigennya habis. Itu yang bikin dia tidak tertolong," kata Prasetyo.

Keluarga saat ini masih menunggu proses identifikasi dan forensik. Jenazah rencananya akan dibawa pulang ke kampung halaman korban di Lampung.

"Rencananya dimakamkan di Lampung. Mungkin besok ya. Istrinya itu asli Lampung, merantau ikut suami ke sini," tambahnya.

Baca Juga: Kemensos Operasikan 39 Dapur Umum Senilai Rp2 Miliar per Hari untuk Pengungsi

Hingga Selasa sore, total 22 kantong jenazah korban kebakaran telah dibawa ke RS Polri. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.

"Sampai pukul 17.00 WIB data korban, sudah 22 orang meninggal dunia," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, tujuh korban berjenis kelamin laki-laki dan 15 lainnya perempuan. Seluruh korban kini dalam proses identifikasi forensik.

Sebelumnya, polisi menduga kebakaran dipicu baterai drone yang terbakar di lantai satu gedung.

"Pada sekitar pukul 12.30 WIB memang ada baterai di lantai satu yang terbakar," kata Susatyo.

Meski karyawan sempat mencoba memadamkan api, kebakaran cepat membesar karena lokasi penyimpanan barang mudah terbakar berada di area tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR mendesak Kemenkes dan BNPB mengoptimalkan penanganan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemenkes m...

news | 15:50 WIB

Bapanas mempercepat penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 sebesar 30 kg per penerima untuk menstab...

news | 15:12 WIB

Pemerintah menambah 150 ribu ton SPHP jagung dari stok Bulog untuk menjaga stabilitas harga pakan bagi peternak unggas U...

news | 13:51 WIB

Ketua DPR Puan Maharani mendesak aparat menyelidiki lahan bekas karhutla yang dialihfungsikan jadi kebun sawit. Polri te...

news | 13:15 WIB

Perum Bulog siap salurkan bantuan pangan beras periode Oktober-Desember 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo. Stok cadang...

news | 12:45 WIB