Aktivitas Tambang Ilegal di TNGHS Dinilai Ancam Hulu Sungai Jawa Barat dan Banten

Kementerian Kehutanan menegaskan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) berlangsung secara masif dan berpotensi mengganggu ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menopang wilayah Jawa B

Elara | MataMata.com
Kamis, 04 Desember 2025 | 14:15 WIB
Dirjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho (tengah) meggergaji fasilitas tambang ilegal dalam operasi gabungan Kemenhut bersama Satgas PKH di kawasan TN Gunung Halimun Salak, Banten, Rabu (3/12/2025). ANTARA/HO-Kemenhut

Dirjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho (tengah) meggergaji fasilitas tambang ilegal dalam operasi gabungan Kemenhut bersama Satgas PKH di kawasan TN Gunung Halimun Salak, Banten, Rabu (3/12/2025). ANTARA/HO-Kemenhut

Matamata.com - Kementerian Kehutanan menegaskan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) berlangsung secara masif dan berpotensi mengganggu ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menopang wilayah Jawa Barat dan Banten.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (4/12). Ia menjelaskan bahwa dalam operasi gabungan bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda pada Rabu (3/12), petugas berhasil mengamankan 55 lubang tambang ilegal.

Jika digabungkan dengan dua operasi sebelumnya pada 28 Oktober–6 November 2025 serta 18–22 November 2025, total penertiban mencapai 281 lubang PETI. Selain itu, ditemukan pula 811 bangunan pengolahan emas dan tenda, sekitar 20.000 tabung besi atau gelundung, 105 unit mesin, serta 44 jaringan listrik PLN ilegal yang telah diputus.

“PETI di kawasan konservasi TNGHS telah terjadi secara masif dan mengancam terhadap kelestarian kawasan konservasi yang merupakan salah satu hulu DAS di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten,” ujarnya.

Dwi mencontohkan Sungai Cisadane sebagai salah satu aliran air yang bersumber dari kawasan konservasi tersebut. Ia menegaskan TNGHS memiliki peran vital sebagai penyokong kehidupan, pengatur tata air, sekaligus pencegah potensi banjir dan longsor.

“Operasi ini juga rangkaian kesiapsiagaan kita menghadapi musim penghujan yang dapat mengakibatkan longsor dan banjir,” katanya menambahkan.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Kemenhut, Rudianto Saragih Napitu, dalam pernyataan yang sama memaparkan bahwa berdasarkan hasil operasi terakhir, luas perkiraan aktivitas ilegal di kawasan tersebut mencapai sekitar 493 hektare. Angka itu mencakup 346 hektare lokasi PETI dan 147 hektare bangunan vila ilegal.

Ia juga mengungkap potensi kerugian negara akibat kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp304 miliar, belum termasuk kerugian dari hasil tambang ilegal yang diambil.

Rudianto menegaskan bahwa penyidik Ditjen Gakkum Kemenhut telah memeriksa sejumlah saksi serta melakukan olah TKP untuk mengungkap aktor atau pemodal di balik aktivitas ilegal tersebut.

“Upaya penertiban ini sebagai langkah strategis dalam mitigasi bencana yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga: Gibran ke Korban Banjir Bandang di Agam: Warga Sumatera Tidak Sendiri

Satgas PKH bersama Kemenhut terus mendorong pemulihan kawasan konservasi TNGHS, termasuk Hutan Produksi (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan hutan lindung dengan total luas mencapai 105.072 hektare.

“Apabila instrumen tersebut belum optimal akan dilakukan penegakan hukum pidana sebagai upaya terakhir,” tutur Rudianto. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea d...

news | 15:15 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dan Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan stok BBM nasional aman dan harga BBM subs...

news | 14:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian terbitkan SE terbaru soal aturan WFH ASN Pemda setiap hari Jumat. Simak daftar layanan yang teta...

news | 13:15 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman pastikan stok telur ayam ras surplus dan harga stabil. Presiden Prabowo akui pantau harga tel...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto disambut pelukan hangat oleh Presiden Korsel Lee Jae-myung di Blue House. Simak agenda kunjung...

news | 11:27 WIB

Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM nasional berjalan lancar dan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak m...

news | 10:15 WIB

KPK fokus panggil biro haji (PIHK) untuk mengejar pemulihan kerugian negara sebesar Rp622 miliar dalam kasus korupsi kuo...

news | 09:30 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengecam keras pengeroyokan warga Aceh di Polda Metro Jaya. Ia meminta Kapolri usut...

news | 08:15 WIB

Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin minta kebijakan WFH ASN setiap Jumat dievaluasi berkala agar tidak jadi ajang long...

news | 07:45 WIB

Indonesia menuntut PBB melakukan investigasi transparan atas serangan Israel di Lebanon yang menewaskan 3 prajurit TNI a...

news | 06:15 WIB