RI Tuntut PBB Selidiki Serangan Israel terhadap UNIFIL, 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Indonesia menuntut PBB melakukan investigasi transparan atas serangan Israel di Lebanon yang menewaskan 3 prajurit TNI anggota UNIFIL. Simak selengkapnya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 01 April 2026 | 06:15 WIB
Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB Umar Hadi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Situasi di Timur Tengah; Lebanon, yang dipantau secara daring, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (ANTARA/Katriana)

Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB Umar Hadi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Situasi di Timur Tengah; Lebanon, yang dipantau secara daring, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (ANTARA/Katriana)

Matamata.com - Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, menuntut investigasi cepat, menyeluruh, dan transparan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait serangan militer Israel di Lebanon Selatan.

Serangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL gugur pada akhir Maret 2026.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Timur Tengah, Selasa (31/3), Indonesia mendesak agar Dewan Keamanan memantau hasil penyelidikan secara tegas. Indonesia juga menuntut pertanggungjawaban hukum bagi para pelaku tanpa adanya kekebalan (impunitas).

"Para penjaga perdamaian ini gugur dan terluka saat menjalankan mandat Dewan Keamanan," tegas Umar Hadi saat mengutuk keras serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 tersebut.

Identitas Korban dan Kronologi Kejadian Indonesia memberikan penghormatan tertinggi kepada tiga prajurit yang gugur dalam tugas, yaitu Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar (33), Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (25), dan Prajurit Kepala Fahrizal Rhomadhon (27).

Berdasarkan laporan, Praka Fahrizal gugur di pos UNIFIL kawasan Adchit Al Qusayr. Sementara itu, Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad tewas dalam serangan yang menyasar konvoi logistik di wilayah Bani Hayyan.

Selain korban jiwa, tercatat lima personel lainnya mengalami luka-luka, yakni Kapten Sultan Wirdean Maulana, Kopda Rico Pramudia, Kopda Arif Kurniawan, Kopda Bayu Prakoso, dan Kadet Prajurit Deni Rianto.

Umar Hadi menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan ancaman serius bagi perdamaian global. Indonesia menilai peningkatan intensitas serangan terhadap UNIFIL dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan adanya pola sistematis untuk melemahkan mandat Resolusi 1701.

"Serangan tersebut tidak dapat diterima dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional," ujar Umar.

Indonesia juga menolak klaim bahwa para personel berada di zona perang aktif yang dapat memaklumi adanya insiden tersebut. Menurut Umar, ketegangan di Lebanon Selatan justru dipicu oleh serangan berulang militer Israel yang melanggar kedaulatan wilayah Lebanon.

Baca Juga: BGN Perketat SOP Makan Bergizi Gratis, 760 Satuan Pelayanan Dihentikan Sementara

Menyikapi eskalasi yang terus meningkat, RI mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah konkret, termasuk meninjau ulang protokol keamanan dan mengaktifkan rencana evakuasi darurat bagi personel di lapangan.

Indonesia, yang bersama Prancis memprakarsai pertemuan darurat ini, juga meminta agar proses pemulangan jenazah para syuhada dilakukan secara cepat, aman, dan bermartabat.

Hingga saat ini, Indonesia tetap pada komitmennya terhadap perdamaian dunia melalui pengiriman pasukan yang telah dilakukan sejak 1957, sembari mendesak komunitas internasional untuk bersatu dalam merespons agresi ini secara tegas. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dampak konflik Timur Tengah membuat banyak negara, mulai dari Australia hingga B...

news | 13:46 WIB

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah targetkan 30 ribu uni...

news | 13:40 WIB

Polri siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak dari ...

news | 12:19 WIB

Kemenhaj pastikan kesiapan 15 juta porsi makanan siap santap bercita rasa Nusantara seperti rendang untuk jemaah haji In...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan larangan keras bagi anggota TNI dan Polri menjadi backing kegiatan ilegal seperti j...

news | 11:15 WIB

Wamendagri Ribka Haluk bantah tegas isu pemotongan dana Otsus Papua 2026. Simak fakta penyaluran dan penjelasan Kemendag...

news | 10:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk sebagai bentuk penghormatan negara ata...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban berbobot 1,15 ton dari peternak Tangerang seharga Rp110 juta untuk Idul Ad...

news | 08:15 WIB

Indonesia dan Belarus resmi menyepakati roadmap kerja sama ekonomi 20262030 dalam SKB ke-8 di Minsk menjelang kunjungan ...

news | 07:15 WIB

Menlu China Wang Yi menegaskan hubungan stabil China-AS pasca-pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump harus dibuktikan lew...

news | 06:00 WIB