Lebanon Minta Bantuan Pakistan untuk Hentikan Serangan Israel

PM Lebanon Nawaf Salam meminta bantuan Pakistan untuk menghentikan serangan Israel. Simak detail kesepakatan AS-Iran dan nasib Lebanon di tengah eskalasi Beirut.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 10 April 2026 | 07:45 WIB
Lebanon Minta Bantuan Pakistan untuk Hentikan Serangan Israel

Lebanon Minta Bantuan Pakistan untuk Hentikan Serangan Israel

matamata.com - Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, meminta dukungan Pakistan untuk mendorong penghentian segera serangan militer Israel yang menyasar Beirut dan warga sipil. Permintaan tersebut disampaikan Salam dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Kamis (9/4).

Dalam pernyataan resmi Kantor PM Lebanon, Salam mengapresiasi upaya perdamaian yang selama ini diinisiasi oleh Shehbaz Sharif. Ia berharap Pakistan dapat menggunakan pengaruh diplomasinya guna mengakhiri eskalasi kekerasan yang terus menelan korban jiwa di Lebanon.

Pakistan saat ini muncul sebagai aktor kunci dalam stabilitas kawasan, menyusul keberhasilan mereka memediasi proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Berkat mediasi tersebut, Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.

Salah satu dampak positif dari mediasi Pakistan adalah pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu (8/4). Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz—jalur vital yang melayani 20 persen pasokan minyak dan gas global—akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan dengan Washington.

Namun, situasi di Lebanon justru kontradiktif. Di hari yang sama dengan pengumuman pembukaan Selat Hormuz, pesawat tempur dan artileri Israel dilaporkan menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk wilayah padat penduduk di kota Tyre.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam butir kesepakatan dengan Iran. Hal ini disebabkan oleh keterlibatan gerakan Hizbullah dalam konflik tersebut.

Di sisi lain, Teheran mengecam keras sikap tersebut dan menganggap serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran nyata terhadap semangat gencatan senjata yang telah dicapai dengan AS. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB

Kemenag minta maaf atas insiden viral penghulu yang menegur fotografer saat akad nikah. Kemenag tegaskan layanan KUA har...

news | 11:15 WIB

Kemenkes mengusulkan dua opsi paket tarif dasar MCU calon jamaah haji mulai Rp800 ribu untuk mencegah ketimpangan harga ...

news | 10:30 WIB