Gubernur Jabar Kritik Pedagang yang Sengaja 'Tampil Kumuh' Demi Hindari Pajak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti praktik sebagian pelaku usaha yang sengaja menampilkan lapaknya dengan kondisi tidak layak sebagai cara untuk menghindari kewajiban pajak.

Elara | MataMata.com
Rabu, 03 Desember 2025 | 12:00 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Dony Ahmad Munir saat berada di Kawasan Industri Dwipapura Cimanggung, Sumedang pada Selasa (2/12/2025) ANTARA/Ilham Nugraha

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Dony Ahmad Munir saat berada di Kawasan Industri Dwipapura Cimanggung, Sumedang pada Selasa (2/12/2025) ANTARA/Ilham Nugraha

Matamata.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti praktik sebagian pelaku usaha yang sengaja menampilkan lapaknya dengan kondisi tidak layak sebagai cara untuk menghindari kewajiban pajak.

“Banyak pedagang yang ingin menghindari pajak dengan berpura-pura memiliki lapak yang jelek, padahal rumah atau aset keluarganya sangat mewah. Saya sering menemukan kasus seperti itu,” kata Dedi saat berada di Sumedang, Selasa.

Ia juga menyampaikan bahwa pola serupa terjadi pada pedagang dengan omzet tinggi yang masih memanfaatkan fasilitas usaha kecil.

“Ada pedagang besar yang menjual bakso seharga Rp25 ribu per porsi, tetapi masih memakai LPG 3 kilogram untuk produksi. Padahal dengan harga Rp25 ribu, keuntungan per porsi bisa mencapai Rp15 ribu,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya, temuan tersebut berasal dari pengalamannya selama membina para pelaku usaha. Dari situ, ia memahami bahwa ada pedagang yang sengaja memanfaatkan celah agar tetap menikmati fasilitas yang tidak lagi sesuai dengan skala usahanya.

Dedi menilai, sektor industri akan tumbuh dengan lebih sehat apabila pelaku usaha bisa berlaku jujur dan bertanggung jawab sesuai kondisi sebenarnya.

"Saya meyakini industri akan berkembang baik bila kita tidak mendramatisasi persoalan, namun realitas beberapa di antara kita banyak yang mendramatisasi hal-hal sederhana dan merasa dirinya tidak mampu, padahal ia mampu," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kepatuhan fiskal merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dinikmati secara merata.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, ia juga mengimbau para pedagang agar memperhatikan kenyamanan konsumen, termasuk kebersihan toilet, estetika lapak, pelayanan, dan kebersihan meja maupun kursi demi memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung. (Antara)

Baca Juga: Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menyebut lemahnya kaderisasi parpol memicu mahar politik. Simak usulan KPK mulai dari jenjang kader hingga batasan m...

news | 15:32 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dirut KAI meninjau progres pembangunan 824 unit hunian layak bagi warga bantaran rel Senen...

news | 14:58 WIB

Kemenkes percepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk 26.000 dapur SPPG. Simak syarat dan cara ikut...

news | 14:51 WIB

Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menganggap pengkritik sebagai musuh, menyusul pelap...

news | 14:15 WIB

KPK menyerahkan hasil kajian tata kelola parpol kepada Presiden Prabowo dan DPR. Simak 3 rekomendasi utama KPK termasuk ...

news | 14:00 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak PBB mengevaluasi total perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon menyusul gugurny...

news | 13:15 WIB

KPK memeriksa Direktur PT Marco Tour and Travel Syarif Thalib terkait dugaan jual beli kuota haji 2023-2024 yang merugik...

news | 11:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta setujui penambahan 5.000 personel Satpol PP untuk kurangi beban kerja. Simak penjelasan Wagub Rano K...

news | 10:15 WIB

Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 resmi dirilis untuk memberikan stabilitas dan kepastian hukum bagi investor di proyek karbo...

news | 09:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap strategi 'survival mode' RI. Pemerintah fokus hapus inefisiensi dan tutup kebocoran p...

news | 06:00 WIB