Mentan Targetkan Swasembada Gula, Jawa Timur Jadi Motor Utama Produksi Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam meningkatkan produktivitas gula sebagai langkah strategis menuju swasembada nasional.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 29 November 2025 | 08:00 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan), dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/Harianto

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan), dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam meningkatkan produktivitas gula sebagai langkah strategis menuju swasembada nasional.

Amran menyampaikan, melalui pengembangan program tebu skala besar, Jawa Timur diproyeksikan menjadi wilayah kunci dalam percepatan produksi gula Indonesia.

"Kita akan support (Jawa Timur untuk peningkatan produksi gula)," ujar Mentan usai bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan jajaran perangkat daerah terkait di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional, terutama untuk komoditas tebu dan gula.

"Ini gubernur kebanggaan kita, luar biasa. Beliau itu pekerja keras. Produksi padi di sini (Jawa Timur) nomor satu di Indonesia. Jagung juga nomor satu. Daging, telur, gula, semuanya terdepan," kata Amran.

Ia menambahkan, keberhasilan Jawa Timur dalam produksi tebu akan berpengaruh besar terhadap pencapaian swasembada gula. Saat ini, provinsi tersebut menyumbang lebih dari 51 persen produksi gula nasional dengan luas lahan sekitar 245 ribu hektare yang tersebar di Malang, Kediri, Lumajang, Magetan, hingga Situbondo.

"Jika program tebu di sini berhasil, itu artinya separuh dari target nasional berhasil. Tahun depan kita targetkan bisa mencapai swasembada gula putih,” ujarnya.

Amran memperkirakan Indonesia berpeluang mencapai swasembada gula total dalam tiga hingga empat tahun mendatang, termasuk untuk kebutuhan industri, apabila seluruh pihak menjalankan program secara konsisten dan terukur.

"Kita harus fokus. Jika semua berjalan sesuai rencana, tiga atau empat tahun ke depan kita akan swasembada gula total. Ini butuh kerja keras bersama,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian siap meningkatkan dukungan berupa teknologi, perbaikan irigasi, pembenihan, serta mekanisasi alat pertanian di wilayah sentra tebu.

Baca Juga: Jadi Pocong di Film 'Riba', Fanny Ghassani Merasa Tak Berdaya

"Jatim sudah membuktikan diri sebagai lokomotif pertanian nasional. Pemerintah pusat akan terus mendukung penuh," tambah Amran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan pihaknya untuk bergerak cepat mendukung langkah Kementan dalam percepatan swasembada gula nasional.

"Saya bersama Pak Wagub, Kepala Dinas Peternakan, dan Kepala Dinas Pertanian hari ini memang mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan berbagai hal terkait program strategis nasional,” ucap Khofifah.

Ia menyebutkan, Jawa Timur mendapat mandat untuk mempercepat program bongkar ratoon tebu dalam skala besar. Sejumlah teknis pelaksanaan kini tengah diselaraskan agar target dapat tercapai sesuai rencana.

Selain itu, Khofifah menegaskan kesiapan Jawa Timur sebagai pusat produksi gula nasional. Setiap tahun provinsi tersebut menghasilkan lebih dari satu juta ton gula dan menjadi tulang punggung industri gula rakyat.

"Kalau tahun ini Pak Mentan berhasil mengantarkan swasembada beras, tahun depan sangat mungkin kita mencapai swasembada gula. Jawa Timur siap berada di lini terdepan untuk menyukseskan program nasional ini,” tutupnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah agar memperkuat pengawasan terhadap aktivitas impor pak...

news | 07:00 WIB

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf, mempertanyakan kejelasan anggaran penataan Gedung Sate yang disebut tel...

news | 06:00 WIB

Seskab Tegaskan Bantuan Banjir Harus Menjangkau Wilayah Terpencil di Sumatera dan Aceh...

news | 15:30 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi menerima gelar kehormatan Ngofa Bangsa Nyili Gulu-gulu dari Kesultanan Tidore, Maluku...

news | 14:15 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah mengirim bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng...

news | 13:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menerima Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberian rehabilitasi...

news | 12:00 WIB

Pemerintah Aceh menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi setelah banjir dan longsor melanda 16 kabupat...

news | 11:16 WIB

Pemerintah menargetkan perputaran belanja masyarakat pada Januari mendatang mencapai Rp116 triliun sebagai langkah perce...

news | 10:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui rencana pemerintah untuk menambah pasokan LPG bersubsidi guna memenuhi ...

news | 09:00 WIB

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan kementeriannya akan melakukan inspeksi mend...

news | 08:00 WIB