Realisasi KUR di NTT Tembus Rp2,32 Triliun hingga Oktober 2025

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai Rp2,32 triliun per 31 Oktober 2025.

Elara | MataMata.com
Selasa, 25 November 2025 | 09:00 WIB
Realisasi KUR di NTT Tembus Rp2,32 Triliun hingga Oktober 2025

Realisasi KUR di NTT Tembus Rp2,32 Triliun hingga Oktober 2025

matamata.com -  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai Rp2,32 triliun per 31 Oktober 2025.

“Total realisasi Rp2,32 triliun tersalurkan kepada 55.001 debitur di seluruh wilayah NTT,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu NTT, Adi Setiawan, di Kupang, Senin.

Informasi tersebut disampaikan Adi dalam paparan mengenai kinerja APBN regional NTT, khususnya realisasi KUR tahun berjalan.

Menurut Adi, BRI menjadi penyalur terbesar dengan total pembiayaan Rp1,91 triliun. Di posisi berikutnya terdapat BNI sebesar Rp203,47 miliar dan Bank Mandiri sebesar Rp166,90 miliar.

Ia menambahkan, skema KUR mikro mendominasi penyaluran dengan nilai mencapai Rp1,73 triliun untuk 52.320 debitur.

"Menurut wilayah, penyaluran terbesar adalah Kota Kupang dengan total penyaluran Rp234,05 miliar untuk 3.302 debitur, diikuti Kabupaten Sikka sebesar Rp164,01 miliar, sedangkan penyaluran terkecil di Kabupaten Sabu Raijua sejumlah Rp4,15 miliar,” katanya.

Dari sisi sektor, perdagangan besar dan eceran tercatat menjadi penerima KUR terbesar dengan porsi 53,59 persen.

Selain KUR, Adi juga melaporkan realisasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di NTT hingga 31 Oktober 2025 telah mencapai Rp261,51 miliar untuk 53.733 debitur.

“Penyaluran terbesar melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan total Rp253,87 miliar untuk 52.521 debitur,” tambahnya.

Ia menjelaskan Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan penyaluran UMi terbesar, yaitu Rp27,41 miliar untuk 5.372 debitur. Sementara itu, Kabupaten Sumba Tengah mencatatkan realisasi UMi terendah sebesar Rp1,87 miliar.

Baca Juga: DPR RI Distribusikan 98 Ton Bibit Jagung untuk Dongkrak Produksi di Muna dan Mubar

“Penyaluran UMi seturut sektor didominasi perdagangan besar dan eceran 98,68 persen, sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum masih menjadi yang paling kecil,” kata Adi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB