Prabowo Utus Tim Ekonomi 'Roadshow' Global, Sasar Lembaga Pemeringkat Dunia

Presiden Prabowo instruksikan Menteri Rosan dan Purbaya lakukan roadshow ekonomi global. Tim gabungan akan sasar lembaga pemeringkat untuk promosikan reformasi investasi Indonesia.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:15 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers seusai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/02/2026). (ANTARA/ Rizka Khaerunnisa)

Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers seusai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/02/2026). (ANTARA/ Rizka Khaerunnisa)

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada jajaran menteri bidang ekonomi untuk rutin melakukan sosialisasi atau roadshow kepada pemangku kepentingan (stakeholders) global. Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan positif pemerintah Indonesia terartikulasi dengan baik di kancah internasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan instruksi tersebut diberikan usai diskusi bersama Presiden di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

“Banyak sekali kebijakan kita yang sangat positif, tapi kita perlu reach out. Kita perlu sosialisasi tidak hanya di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta.

Secara spesifik, Rosan menyebut lembaga pemeringkat internasional (rating agencies) menjadi salah satu sasaran utama. Hal ini merespons sorotan lembaga-lembaga tersebut terhadap dinamika ekonomi nasional belakangan ini.

“Bapak Presiden menyampaikan agar kami lebih aktif menjangkau mereka (rating agency). Nantinya akan dibentuk tim gabungan yang melibatkan Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, OJK, hingga Bursa Efek Indonesia (BEI),” jelasnya.

Tim lintas sektoral ini dijadwalkan melakukan roadshow secara reguler. Fokus utamanya adalah memaparkan proses reformasi kebijakan, penyederhanaan regulasi, dan perbaikan iklim investasi yang tengah berjalan di tanah air.

Menurut Rosan, transparansi mengenai reformasi birokrasi dan kebijakan fiskal—seperti yang sebelumnya dipaparkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa—perlu diketahui dunia luar untuk menjaga kepercayaan investor.

“Banyak masukan bahwa kebijakan kita sudah bagus, namun perlu disosialisasikan lebih luas lagi. Kita akan lebih aktif mengabarkan bahwa Indonesia terus melakukan reformasi demi iklim investasi yang lebih baik,” pungkas Rosan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea d...

news | 15:15 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dan Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan stok BBM nasional aman dan harga BBM subs...

news | 14:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian terbitkan SE terbaru soal aturan WFH ASN Pemda setiap hari Jumat. Simak daftar layanan yang teta...

news | 13:15 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman pastikan stok telur ayam ras surplus dan harga stabil. Presiden Prabowo akui pantau harga tel...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto disambut pelukan hangat oleh Presiden Korsel Lee Jae-myung di Blue House. Simak agenda kunjung...

news | 11:27 WIB

Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM nasional berjalan lancar dan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak m...

news | 10:15 WIB

KPK fokus panggil biro haji (PIHK) untuk mengejar pemulihan kerugian negara sebesar Rp622 miliar dalam kasus korupsi kuo...

news | 09:30 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengecam keras pengeroyokan warga Aceh di Polda Metro Jaya. Ia meminta Kapolri usut...

news | 08:15 WIB

Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin minta kebijakan WFH ASN setiap Jumat dievaluasi berkala agar tidak jadi ajang long...

news | 07:45 WIB

Indonesia menuntut PBB melakukan investigasi transparan atas serangan Israel di Lebanon yang menewaskan 3 prajurit TNI a...

news | 06:15 WIB