DPR RI Distribusikan 98 Ton Bibit Jagung untuk Dongkrak Produksi di Muna dan Mubar

DPR RI menyalurkan 98 ton bibit jagung hibrida unggulan ke dua kabupaten di Sulawesi Tenggara, yaitu Muna dan Muna Barat (Mubar), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.

Elara | MataMata.com
Senin, 24 November 2025 | 16:15 WIB
Anggota DPR RI Dapil Sultra Jaelani (kanan) saat memberikan bantuan bibit jagung kepada petani di Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-DPR RI)

Anggota DPR RI Dapil Sultra Jaelani (kanan) saat memberikan bantuan bibit jagung kepada petani di Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-DPR RI)

Matamata.com - DPR RI menyalurkan 98 ton bibit jagung hibrida unggulan ke dua kabupaten di Sulawesi Tenggara, yaitu Muna dan Muna Barat (Mubar), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.

Anggota DPR RI Dapil Sultra, Jaelani, saat dikonfirmasi di Kendari, Senin, menjelaskan bahwa bantuan itu terdiri dari bibit jagung varietas BISI 2 dan BISI 18. Ia menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari aspirasinya untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di dua wilayah tersebut.

"Bantuan bibit unggul ini diharapkan menjadi katalis peningkatan produksi jagung dan memperkuat ketahanan pangan di kedua wilayah tersebut, sejalan dengan program nasional dan daerah," ujarnya.

Pada tahap awal, sebanyak 22,5 ton bibit jagung BISI 18 telah diserahkan kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Muna Barat. Bibit tersebut akan ditanam di lahan sekitar 1.500 hektare. Sementara itu, 22 ton bibit BISI 2 juga disiapkan untuk lahan dengan luas setara dan akan segera disalurkan.

Selain di Muna Barat, Jaelani mengatakan bahwa bantuan tambahan berupa 53,325 ton bibit jagung BISI 2 disiapkan untuk para petani di Kabupaten Muna. Penyaluran dilakukan secara langsung kepada kelompok tani di Desa Lakapodo dan Desa Bea, Kecamatan Watopute, agar petani benar-benar mendapatkan benih berkualitas.

"Program aspirasi ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama untuk memastikan petani memperoleh akses pada benih unggul yang berkualitas," kata Jaelani.

Ia juga berharap dinas pertanian bersama Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat memberikan pendampingan agar bantuan bibit tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lahan. Apalagi komoditas jagung telah menjadi salah satu produk unggulan di Muna dan Mubar.

"Jika dikelola secara baik dengan bibit berkualitas, insya Allah hasil panen akan meningkat dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani,” tambahnya.

Penyaluran total 98 ton bibit jagung tersebut merupakan bagian dari upaya anggota DPR RI Dapil Sultra dalam mengawal kebijakan dan anggaran pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, demi mendorong kemajuan sektor pertanian di Sulawesi Tenggara. (Antara)

Baca Juga: Mentan Tegaskan Target Swasembada, Pemerintah Segel 250 Ton Beras Ilegal di Sabang

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua Satgas PRR Tito Karnavian dan Mensos Saifullah Yusuf memastikan penyaluran bantuan pascabencana Sumatera tepat sas...

news | 06:00 WIB

Kementan dan BUMN berencana bangun pabrik pengolahan gambir di Sumbar untuk hilirisasi. PTPN IV akan mengelola pabrik di...

news | 15:15 WIB

Kemenhan RI dan Amerika Serikat menyepakati kerja sama pencarian serta repatriasi kerangka prajurit AS korban Perang Dun...

news | 15:12 WIB

KPK menyoroti pengadaan 25.644 motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Simak analisis KPK terkait kerawanan korups...

news | 12:15 WIB

KPK ungkap inisial ZA sebagai perantara suap 1 juta dolar AS dari Yaqut Cholil Qoumas ke Pansus Haji DPR. Simak kronolog...

news | 11:30 WIB

China peringatkan dampak fatal blokade AS di Selat Hormuz bagi pasokan energi global. Trump ancam eliminasi kapal Iran, ...

news | 10:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris untuk bertemu Emmanuel Macron guna membahas kerja sama strategis dan stabilitas ...

news | 10:06 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya ungkap hasil pertemuan 5 jam Presiden Prabowo dan Putin di Moskow. Bahas ketahanan energi, hil...

news | 09:15 WIB

Pemprov Jabar luncurkan aplikasi Imah Aing untuk permudah pengajuan bantuan Rutilahu. Gubernur Dedi Mulyadi juga wajibka...

news | 08:15 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan Malaysia berencana impor 200 ribu ton beras dari Indonesia di tengah stok...

news | 07:00 WIB