Dubes Iran Ungkap Rencana Besar Garap Sektor Energi dan Pangan di Era Prabowo

Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan kesiapan perusahaan Iran mendukung visi Astacita Presiden Prabowo, khususnya di sektor ketahanan pangan dan energi.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:15 WIB
Dubes Iran Ungkap Rencana Besar Garap Sektor Energi dan Pangan di Era Prabowo

Dubes Iran Ungkap Rencana Besar Garap Sektor Energi dan Pangan di Era Prabowo

matamata.com - Pemerintah Republik Islam Iran menyatakan kesiapannya untuk menyokong Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi. Dua sektor tersebut merupakan agenda prioritas dalam visi Astacita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan asal Iran telah siap memberikan kontribusi nyata dalam upaya kemandirian nasional Indonesia tersebut.

"Saya menyatakan bahwa Iran siap, perusahaan-perusahaan Iran siap membantu di bidang itu," ujar Boroujerdi dalam wawancara khusus di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat (13/2).

Boroujerdi menuturkan, hubungan diplomatik yang telah terjalin selama hampir 76 tahun telah mempererat kerja sama di bidang politik, budaya, hingga ekonomi. Namun, ia menilai potensi yang ada saat ini masih bisa ditingkatkan lebih jauh melalui kolaborasi konkret di sektor strategis.

"Kami percaya itu belum cukup. Masih banyak kapasitas yang dapat dikerjasamakan," katanya.

Di sektor energi, Iran tidak hanya melirik kerja sama pada komoditas minyak dan gas konvensional, tetapi juga menjajaki pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Saat ini, sejumlah perusahaan Iran tengah berada dalam tahap negosiasi intensif dengan mitra di Indonesia untuk mematangkan skema kemitraan teknis.

Sementara di bidang pangan, Boroujerdi mengungkapkan bahwa produk susu, buah-buahan, serta makanan olahan asal Iran siap merambah pasar Indonesia. Sebaliknya, Iran juga membuka pintu lebar bagi ekspansi produk unggulan Indonesia.

"Perusahaan Indonesia juga dijajaki untuk berekspansi ke Iran, terutama pada komoditas kopi, cokelat, dan produk lainnya," tambah Boroujerdi.

Ia berharap proses negosiasi yang sedang berlangsung dapat segera membuahkan hasil agar kerja sama nyata dapat dirasakan manfaatnya oleh kedua negara dalam waktu dekat. (Antara)

Baca Juga: Sindir Kader yang 'Sok Gaya', Zulhas: Jadi Pejabat Jangan Sombong, Jangan Lupa Diri!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kasatgas PRR Tito Karnavian meminta K/L dan Pemda mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sum...

news | 14:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto memantau langsung karhutla Kalbar via helikopter. Luas kebakaran tembus 38 ribu hektare, TNI-P...

news | 12:20 WIB

Indonesia dan China resmi meluncurkan Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) pertama di Jakarta. Menlu Wang Yi sebut RI ...

news | 10:25 WIB

Pemerintah melalui BNPB memastikan pemulihan warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT dikawal tuntas. ...

news | 08:45 WIB

KPK ungkap 3 klaster dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unsoed yang menjerat Rektor Prof. Akhmad Sodiq ...

news | 07:00 WIB