Kemenag Latih Dai Muda Lewat Magang di Pesantren Jawa Barat

Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) membuka kesempatan bagi para dai muda peserta program regenerasi pendakwah untuk mengikuti magang di pesantren.

Elara | MataMata.com
Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:40 WIB
Kemenag Latih Dai Muda Lewat Magang di Pesantren Jawa Barat

Kemenag Latih Dai Muda Lewat Magang di Pesantren Jawa Barat

matamata.com - Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) membuka kesempatan bagi para dai muda peserta program regenerasi pendakwah untuk mengikuti magang di pesantren.

“Mereka akan belajar tidak hanya teori, tetapi praktik dakwah dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, di Jakarta, Selasa (12/8).

Sebanyak enam pesantren di Jawa Barat dipilih sebagai lokasi magang yang berlangsung selama lima hari pada Agustus 2025. Pesantren tersebut dipilih berdasarkan kriteria khusus, di antaranya memiliki sistem taklim yang mapan dan usaha produktif yang dikelola secara profesional.

“Kami ingin para dai muda bisa melihat model pemberdayaan ekonomi yang nyata, sehingga nanti mereka dapat menirunya di daerah masing-masing,” kata Zayadi.

Menurutnya, regenerasi dai di era digital tidak cukup hanya menguasai materi dakwah. Kemampuan mengelola ekonomi umat menjadi faktor penting untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan misi dakwah.

Selama magang, peserta akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pesantren, seperti mengisi kajian, berdialog dengan santri, hingga belajar mengelola unit usaha pesantren, seperti percetakan, koperasi, toko bahan pokok, dan pertanian.

“Pengalaman ini akan menjadi bekal mereka sebagai agen perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Program ini juga diharapkan menjadi ajang jejaring antara dai muda dan pengasuh pesantren, sehingga kolaborasi dapat berlanjut setelah magang selesai.

Pengasuh Ponpes Al Luthfah Bandung Barat, KH Ahmad Muhibban, menilai profesi dai adalah pekerjaan mulia yang menuntut integritas, kesabaran, dan keikhlasan. “Tidak ada pekerjaan paling mulia daripada dai,” ujarnya.

Ia berpesan agar dai mampu tampil tegas, berakhlak mulia, dan menyesuaikan metode dakwah dengan kondisi masyarakat. “Kalian (para dai) harus bisa membaca medan dan menjawab kebutuhan mereka yang benar-benar membutuhkan pencerahan,” tambahnya.

Baca Juga: Kejagung Siap Bersinergi dengan KPK Usut Dugaan Korupsi di Kemendikbudristek

Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Amirullah, menuturkan magang ini merupakan tahap praktik dari pembekalan teori pada kegiatan PCDM 2025 di Asrama Haji Pondok Gede.

Kegiatan tersebut berlangsung 4–8 Agustus 2025 dan diikuti 200 peserta terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia dengan usia maksimal 25 tahun. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB