TNI AD Profesional Tangani Kasus Kematian Prada Lucky, 20 Prajurit Jadi Tersangka

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menegaskan, penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Prada Lucky Chepril Saputra Namo dilakukan secara profesional oleh TNI Angkatan Darat.

Elara | MataMata.com
Selasa, 12 Agustus 2025 | 08:15 WIB
TNI AD Profesional Tangani Kasus Kematian Prada Lucky, 20 Prajurit Jadi Tersangka

TNI AD Profesional Tangani Kasus Kematian Prada Lucky, 20 Prajurit Jadi Tersangka

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menegaskan, penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Prada Lucky Chepril Saputra Namo dilakukan secara profesional oleh TNI Angkatan Darat.

"Tim Investigasi Kodam IX/Udayana dan Penyidik Denpom IX/1 Kupang telah bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta-fakta yang ada," kata Budi Gunawan di Jakarta, Selasa.

Pria yang akrab disapa BG ini menyebut profesionalisme itu terlihat dari penetapan 20 prajurit sebagai tersangka. Ia menekankan, proses hukum harus berjalan sesuai undang-undang demi menegakkan keadilan.

Tidak hanya itu, BG meminta agar proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga masyarakat serta pihak Kemenko Polhukam dapat mengawasinya secara langsung.

"Kemenko Polhukam terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak TNI untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur dan menjunjung tinggi asas keadilan," ujarnya.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan, 20 tersangka tersebut sudah ditahan, termasuk seorang perwira yang diduga terlibat langsung dalam penganiayaan yang menewaskan Prada Lucky.

"Sudah 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," katanya kepada wartawan di Kupang, Senin, saat berkunjung ke rumah orang tua Prada Lucky di Asrama TNI Kuanino, Kota Kupang.

Piek menyampaikan, proses pemeriksaan masih berlanjut dengan melibatkan Detasemen Polisi Militer (Denpom) dan Kodam IX/Udayana untuk mengungkap seluruh fakta. Sebagai pimpinan, ia mengaku kehilangan prajurit muda tersebut dan menyesalkan kejadian ini.

"Kejadian ini, saya sesalkan dan saya sebagai Pangdam IX/Udayana sekaligus atasan langsung, di satuan ini atas peristiwa ini saya akan laksanakan tugas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku," tegasnya. (Antara)

Baca Juga: Kejagung Siap Bersinergi dengan KPK Usut Dugaan Korupsi di Kemendikbudristek

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Sekjen PBB Antonio Guterres menilai filosofi dan keberagaman motif batik Indonesia memberikan pelajaran penting bagi ref...

news | 10:00 WIB

Program Electrifying Agriculture PLN sukses meningkatkan hasil panen petani di Sidrap dari 7 ton menjadi 10,4 ton per he...

news | 09:30 WIB

Sekjen PBB Antonio Guterres sebut Indonesia sebagai pilar multilateralisme dan penjaga perdamaian dunia. Simak apresiasi...

news | 09:18 WIB

OJK kaji dampak usulan MSCI ubah status pasar saham Indonesia ke Standalone Market. OJK pastikan ketahanan perbankan nas...

news | 16:10 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman membagi tugas dua Wamentan, Alim Setiawan dan Saleh Mustafa, untuk mempercepat target swasemb...

news | 14:04 WIB