Makki Ungu Imbau Pelaku Usaha Patuhi Aturan Royalti saat Putar Lagu di Tempat Umum

Bassist grup band Ungu, Makki Parikesit, mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan royalti dalam penggunaan lagu, termasuk karya-karya milik Ungu, yang diputar di ruang publik.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:15 WIB
Bassis band Ungu Makki Parikesit. ANTARA/HO-Instagram @ungu_band

Bassis band Ungu Makki Parikesit. ANTARA/HO-Instagram @ungu_band

Matamata.com - Bassist grup band Ungu, Makki Parikesit, mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan royalti dalam penggunaan lagu, termasuk karya-karya milik Ungu, yang diputar di ruang publik.

Makki menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan lagu-lagu Ungu diputar di tempat umum selama prosedur pembayaran royalti sesuai aturan yang berlaku tetap dijalankan.

“Untuk setiap penggunaan lagu dan setiap komersialisasi lagu, nggak hanya Ungu, itu kan ada aturannya mengenai royaltinya ya,” ujar Makki saat dihubungi ANTARA, Jumat (8/8).
Sebagai Komisioner Bidang Teknologi Informasi di Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Makki menjelaskan bahwa hak atas lagu yang diputar untuk kepentingan bisnis di ruang publik tidak hanya milik pencipta lagu, tetapi juga melibatkan pihak-pihak terkait lainnya.

Ia mengakui bahwa regulasi dari pemerintah terkait kewajiban membayar royalti sebenarnya sudah cukup jelas, namun masih minim sosialisasi di kalangan pengguna lagu.

“Pada hematnya kalau menurut Ungu, aturannya yang sudah diatur pemerintah itu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Mungkin sosialisasinya dan kepatuhan mengenai itunya (hak royalti) mungkin sedikit lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Menurut Makki, isu seputar royalti justru menjadi momen yang baik untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha terhadap hak para musisi dan pencipta lagu atas karya mereka yang diperdengarkan di tempat umum.

Ia berharap kesadaran terhadap aturan ini dapat terus ditingkatkan, mengingat praktik pembayaran royalti juga diterapkan secara global.

“Kalau dari sudut pandang kita, ini wacana bagus untuk orang, lebih sadar royalti-lah rasanya,” tutup Makki. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah konflik geopolitik global s...

news | 13:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan...

news | 13:51 WIB

China kritik keras rencana Jepang menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen PDB dan menolak pengerahan sistem rudal ...

news | 13:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang di BUBK Kebumen dengan Maung Garuda. Proyek strategis ini s...

news | 11:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB