Strategi Transformasi Bangsa Dinilai Tepat, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Strategi Transformasi Bangsa yang dicanangkan sejak awal pemerintahannya merupakan langkah yang tepat. Dalam 10 bulan masa kerja, berbagai capaian telah berhasil diraih oleh jajaran Kabinet Mera

Elara | MataMata.com
Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:15 WIB
Strategi Transformasi Bangsa Dinilai Tepat, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet

Strategi Transformasi Bangsa Dinilai Tepat, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Strategi Transformasi Bangsa yang dicanangkan sejak awal pemerintahannya merupakan langkah yang tepat. Dalam 10 bulan masa kerja, berbagai capaian telah berhasil diraih oleh jajaran Kabinet Merah Putih.

"Saya kira tanpa kerja keras saudara sebagai tim, tidak mungkin kita capai apa yang sudah kita capai hari ini. Dalam waktu yang masih singkat, banyak sekali yang telah kita capai. Strategi-strategi yang sudah saya canangkan ternyata mulai terasa, dan terlihat bahwa strategi kita benar. Kita berada di arah yang benar," ujar Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu siang.

Presiden juga menggarisbawahi bahwa strategi yang dijalankan pemerintah saat ini tengah diuji oleh gejolak global, baik dari sisi geopolitik maupun geo-ekonomi.

Ia menyinggung konflik-konflik bersenjata di berbagai wilayah seperti perang Ukraina-Rusia, genosida di Gaza, agresi Israel di Tepi Barat, serta ketegangan India-Pakistan, konflik Thailand-Kamboja, hingga perang saudara di Myanmar. Selain itu, kebijakan tarif Amerika Serikat juga turut memengaruhi stabilitas ekonomi global.

“Kita paham, dan kita mengerti bahwa kondisi ini akhirnya menguji strategi besar kita, menguji strategi transformasi yang sudah saya canangkan di awal, bahkan sebelum saya dilantik sebagai Presiden,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diambil pemerintah didasarkan pada prinsip realisme yang berpijak pada kondisi nyata, baik di dalam negeri maupun dunia internasional.

“Kondisi nyata ini tidak bisa kita hadapi dengan teori, dengan angan-angan. Idealisme bener, idealisme itu perlu, tetapi yang utama, yang bisa menyelamatkan kita adalah realisme. Kita harus dengan realistis melihat situasi dan kita ambil langkah-langkah,” tegasnya.

Sidang Kabinet Paripurna kali ini merupakan yang kedelapan sejak Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilantik pada 20 Oktober 2024. Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain para menteri koordinator seperti Zulkifli Hasan, Budi Gunawan, Muhaimin Iskandar, Pratikno, Airlangga Hartarto, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.

Selain itu, hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri BUMN Erick Thohir, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Antara)

Baca Juga: LIL PUBLIC: Koleksi Hisashi Series Resmi Diluncurkan di JF3 Fashion Festival

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB