KDM Persilakan Polisi Selidiki Tragedi Pesta Rakyat Garut: "Silakan Ungkap Siapa yang Bertanggung Jawab"

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempersilakan Kepolisian Resor Garut menyelidiki kericuhan dalam acara pesta rakyat di Pendopo Garut yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian pernikahan anaknya.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:17 WIB
KDM Persilakan Polisi Selidiki Tragedi Pesta Rakyat Garut:

KDM Persilakan Polisi Selidiki Tragedi Pesta Rakyat Garut: "Silakan Ungkap Siapa yang Bertanggung Jawab"

matamata.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempersilakan Kepolisian Resor Garut menyelidiki kericuhan dalam acara pesta rakyat di Pendopo Garut yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian pernikahan anaknya.

“Dipersilakan Polres Garut untuk melakukan penyelidikan,” ujar Dedi usai menjenguk korban luka di RSUD dr Slamet Garut, Jumat malam.

Dedi mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait kegiatan makan gratis yang digelar dalam pesta rakyat tersebut. “Peristiwa itu kan saya tidak tahu,” katanya.

Meski begitu, ia menilai peristiwa itu menjadi pelajaran penting dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. “Silakan saja ranah-ranah pertanggungjawaban itu, biarkan ranah Kepolisian yang melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Sebagai orang tua dari mempelai pria, Dedi menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum. “Bagaimana, apa yang menjadi latar belakang peristiwa ini, kelalaian siapa, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.

Kericuhan terjadi saat acara pesta rakyat yang merupakan bagian dari pernikahan antara Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dan Maula Akbar, putra Gubernur Dedi Mulyadi.

Tragedi itu menyebabkan 26 orang luka-luka dan tiga meninggal dunia, yakni seorang anak perempuan bernama Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota; Dewi Jubaeda (61); dan anggota Polres Garut, Bripka Cecep Saeful Bahri (39). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

TNI AL mengerahkan tiga kapal perang (KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861) untuk mencari 5 jurnalis hilang di...

news | 15:44 WIB

Polisi memeriksa 8 saksi kasus kebakaran di Paniai, Papua Tengah, yang menewaskan 11 orang dan merugikan Rp2 miliar. Pen...

news | 15:41 WIB

DPR RI bakal berkoordinasi dengan pemerintah merespons usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (Kades AMJ) demi efi...

news | 13:07 WIB

KPK memanggil Kepala Perum Bulog Jateng dan 37 saksi terkait dugaan korupsi bansos beras PKH Kemensos yang merugikan neg...

news | 12:09 WIB

Pemprov DKI Jakarta mengecek langsung penerima bansos di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran di masa transisi...

news | 10:45 WIB