KDM Persilakan Polisi Selidiki Tragedi Pesta Rakyat Garut: "Silakan Ungkap Siapa yang Bertanggung Jawab"

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempersilakan Kepolisian Resor Garut menyelidiki kericuhan dalam acara pesta rakyat di Pendopo Garut yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian pernikahan anaknya.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:17 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers usai mengunjungi pasien korban pesta rakyat di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025) malam. (ANTARA/Feri Purnama)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers usai mengunjungi pasien korban pesta rakyat di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025) malam. (ANTARA/Feri Purnama)

Matamata.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempersilakan Kepolisian Resor Garut menyelidiki kericuhan dalam acara pesta rakyat di Pendopo Garut yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian pernikahan anaknya.

“Dipersilakan Polres Garut untuk melakukan penyelidikan,” ujar Dedi usai menjenguk korban luka di RSUD dr Slamet Garut, Jumat malam.

Dedi mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait kegiatan makan gratis yang digelar dalam pesta rakyat tersebut. “Peristiwa itu kan saya tidak tahu,” katanya.

Meski begitu, ia menilai peristiwa itu menjadi pelajaran penting dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. “Silakan saja ranah-ranah pertanggungjawaban itu, biarkan ranah Kepolisian yang melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Sebagai orang tua dari mempelai pria, Dedi menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum. “Bagaimana, apa yang menjadi latar belakang peristiwa ini, kelalaian siapa, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.

Kericuhan terjadi saat acara pesta rakyat yang merupakan bagian dari pernikahan antara Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dan Maula Akbar, putra Gubernur Dedi Mulyadi.

Tragedi itu menyebabkan 26 orang luka-luka dan tiga meninggal dunia, yakni seorang anak perempuan bernama Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota; Dewi Jubaeda (61); dan anggota Polres Garut, Bripka Cecep Saeful Bahri (39). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua DEN Luhut Pandjaitan dan ekonom senior Chatib Basri ke Istana Kepresidenan, Se...

news | 16:44 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal kebijakan efisiensi anggaran berlanjut pada 2027. Skema bansos dan subsidi ak...

news | 16:40 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan tiga strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5% pa...

news | 14:15 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan perpanjangan batas usia pensiun Kapolri dalam RUU Polri baru disesuaikan dengan kebut...

news | 13:49 WIB

Bapanas rampungkan uji sampel dan sertifikasi mutu untuk ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia. Bulog pastikan harga jua...

news | 10:15 WIB

Tim Kepresidenan meluncurkan buku 'Presiden Solusi' yang mendokumentasikan 108 kebijakan strategis dan transformasi huku...

news | 09:15 WIB

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB