Kemendagri Dorong BUMD Jadi Motor PAD dan Pelayanan Publik yang Profesional

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Yusharto Huntoyungo, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) se

Elara | MataMata.com
Sabtu, 19 Juli 2025 | 07:15 WIB
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo. ANTARA/HO-Kemendagri.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo. ANTARA/HO-Kemendagri.

Matamata.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Yusharto Huntoyungo, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penyedia layanan publik yang berkualitas.

"Untuk itu penting menyamakan persepsi bagaimana mengelola BUMD secara profesional, transparan dan akuntabel sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah," ujar Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/7).

Yusharto menegaskan bahwa BUMD seharusnya tidak hanya dilihat sebagai entitas bisnis semata, melainkan sebagai agen pembangunan yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penyediaan layanan publik yang lebih baik.

Ia juga menyoroti bahwa penguatan BUMD menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Namun, dalam praktiknya, masih banyak BUMD yang belum menunjukkan kinerja optimal karena lemahnya tata kelola, minimnya inovasi, hingga perbedaan persepsi terhadap peran dan tujuan pembentukannya.

Analis Kebijakan Ahli Utama DPD RI, Reydonnyzar Moenek, turut mengajak para pemangku kepentingan untuk melakukan refleksi kritis terhadap kondisi aktual BUMD, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di lapangan.

“Ada persepsi, ada pemahaman (terkait BUMD), benarkah kita punya persepsi pemahaman apa itu BUMD?” kata Reydonnyzar.

Ia menekankan pentingnya memahami BUMD secara menyeluruh melalui pendekatan verstehen, yakni memahami fenomena tidak hanya secara normatif, tapi juga filosofis dan regulatif. Menurutnya, banyak pihak yang memang menjalankan aturan, namun belum sepenuhnya memahami bahwa tujuan pendirian BUMD adalah demi kesejahteraan masyarakat.

Salah satu tantangan besar yang masih dihadapi adalah dalam proses penunjukan pimpinan BUMD, seperti komisaris, yang dinilai belum sepenuhnya berlandaskan prinsip profesionalisme dan bebas konflik kepentingan.

“Misalnya ada yang mengangkat komisaris yang masih memiliki kekerabatan, saya menyusun Permendagri bahwa ada aturan dilarang ada ikatan semenda,” tegas Reydonnyzar. (Antara)

Baca Juga: Satu Polisi Gugur Saat Amankan Pernikahan Anak Dedi Mulyadi di Garut

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Satgas PRR mengumumkan 25 ribu rumah korban bencana di Sumatera siap terima dana bantuan Rp15-30 juta. Penyaluran serent...

news | 08:00 WIB

Mensos Saifullah Yusuf mengaktifkan kembali 106 ribu peserta PBI JKN pengidap penyakit katastropik. Simak kriteria verif...

news | 07:15 WIB

Kementerian ESDM menawarkan sejumlah proyek strategis hidrogen hijau di Lampung, Sulawesi, hingga Jawa dalam ajang GHES ...

news | 06:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran dana dan sumber penghasilan lain dari Bupati Lampung Te...

news | 17:49 WIB

Kementerian Haji dan Umrah menyatakan penghormatannya atas langkah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik...

news | 17:29 WIB

Polri bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait rencana kerja program pemerintah tahun ...

news | 16:30 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengonfirmasi bahwa Peraturan Presiden (Perpres) terkait penghapusan piutang dan denda iu...

news | 15:30 WIB

KPK usut importir yang menggunakan jasa PT Blueray Cargo dalam kasus suap impor barang KW di lingkungan Bea Cukai. Enam ...

news | 11:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menerima perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya, Hambalang, K...

news | 10:15 WIB

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menegaskan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap ...

news | 09:00 WIB