I-EU CEPA Buka Jalan Lebar Akses Indonesia ke Pasar Eropa

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyambut baik rampungnya perundingan Perjanjian Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/I-EU CEPA).

Elara | MataMata.com
Selasa, 15 Juli 2025 | 20:30 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (tengah) menjawab pertanyaan wartawan mengenai hasil lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto di Brussels dan Paris, saat dia ditemui di Bandar Udara Orly, Paris, Prancis, Selasa (15/7/2025). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (tengah) menjawab pertanyaan wartawan mengenai hasil lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto di Brussels dan Paris, saat dia ditemui di Bandar Udara Orly, Paris, Prancis, Selasa (15/7/2025). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden).

Matamata.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyambut baik rampungnya perundingan Perjanjian Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/I-EU CEPA).

Ia menyebut kesepakatan ini sebagai momentum bersejarah yang akan memperluas akses Indonesia ke pasar Eropa di berbagai sektor.

“Intinya, kesepakatan itu adalah tarif ekspor Indonesia saat ini menjadi nol (persen), dari sebelumnya ada yang 10 persen, 20 persen, sekarang menjadi nol, dan itu kesepakatan yang sangat amat baik untuk investasi, industri, dan ekonomi,” ujar Teddy, Minggu (13/7), di Kantor Komisi Eropa, Brussels.

Kesepakatan yang dicapai setelah negosiasi selama satu dekade ini akan memberikan dampak signifikan karena mencakup seluruh 27 negara anggota Uni Eropa. Teddy menegaskan, “Jadi, dapat dibayangkan, tentunya ini sangat baik, populasi Eropa sekitar 700 juta, berarti ini membuka seluas-luasnya hubungan antara Indonesia dan Eropa di segala bidang.”

Presiden Prabowo Subianto turut hadir di Brussels dan bertemu sejumlah pemimpin Uni Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa António Costa, serta Raja Belgia Philippe Léopold Louis Marie.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan keberhasilan Indonesia dan Uni Eropa dalam merampungkan proses negosiasi I-EU CEPA.

"Hari ini kami berhasil membuat terobosan, setelah berunding selama 10 tahun, kami merampungkan perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA), yang pada intinya merupakan perjanjian pasar bebas," ucap Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden von der Leyen.

"Kami telah menyepakati banyak, banyak perjanjian, yang pada intinya kami akan saling mengakomodir kepentingan ekonomi satu sama lain, dan kami menemukan kepentingan-kepentingan itu saling menguntungkan satu sama lain."

Selain kesepakatan dagang, Presiden von der Leyen juga mengumumkan kebijakan baru terkait visa untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Uni Eropa kini memberikan fasilitas pengajuan visa Schengen multi-entry bagi WNI yang melakukan kunjungan kedua ke Eropa.

“Artinya, mulai dari sekarang warga negara Indonesia yang berkunjung ke Uni Eropa untuk kedua kalinya dapat mengajukan visa Schengen yang berjenis multi-entry,” terang von der Leyen.

Baca Juga: Telkomsel Siap Terapkan Batas 3 Nomor per NIK, Tunggu Arahan Pemerintah

Dengan visa multi-entry ini, WNI bisa melakukan kunjungan berkali-kali ke negara-negara Uni Eropa tanpa harus mengurus visa baru setiap kali. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shayne Pattynama sebagai amunisi baru untuk mengarungi kompetisi Liga 1. Pelatih Pe...

news | 12:15 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut hangat kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana lyse, Paris, d...

news | 10:00 WIB

Usia hanyalah angka bagi Tatok Hardiyanto. Atlet para-tenis meja andalan Indonesia ini membuktikan dedikasinya dengan ke...

news | 09:00 WIB

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi, mendorong produk unggulan dari kawasan transmigrasi, termasu...

news | 08:00 WIB

Film Esok Tanpa Ibu karya sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding, memotret fenomena pergeseran peran keluarga di tengah gem...

news | 07:00 WIB

Mantan Menpora Dito Ariotedjo mendatangi KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang menyeret eks M...

news | 15:15 WIB

BRIN instruksikan periset inventarisasi teknologi kapal OceanXplorer untuk memperkuat armada kapal riset nasional dalam ...

news | 13:59 WIB

Perum Bulog siapkan stok pangan 3 kali lipat di Aceh, Sumut, dan Sumbar jelang Ramadhan 2026 untuk antisipasi bencana da...

news | 13:15 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akan gabungkan puluhan BUMD menjadi satu holding mulai pekan depan. Langkah ini demi hapus B...

news | 11:15 WIB

KPK panggil mantan Menpora Dito Ariotedjo terkait kasus korupsi kuota haji yang menyeret Yaqut Cholil Qoumas. Kerugian n...

news | 11:15 WIB