KBRI Teheran Siaga 1, RI Siapkan Evakuasi WNI di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel

Pemerintah Indonesia menetapkan status Siaga 1 bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang kian mengkhawatirkan.

Elara | MataMata.com
Kamis, 19 Juni 2025 | 15:15 WIB
KBRI Teheran Siaga 1, RI Siapkan Evakuasi WNI di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel

KBRI Teheran Siaga 1, RI Siapkan Evakuasi WNI di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel

matamata.com - Pemerintah Indonesia menetapkan status Siaga 1 bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang kian mengkhawatirkan.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pernyataan resminya di St. Petersburg, Rusia, Rabu (18/6). Keputusan tersebut diambil menyusul peningkatan intensitas serangan dari Israel yang kini menyasar tidak hanya fasilitas militer, tetapi juga kawasan sipil di Iran.

“Melihat perkembangan dalam dua hari terakhir, di mana serangan Israel semakin meningkat dan mulai menargetkan wilayah sipil, saya memutuskan menaikkan status kesiagaan KBRI Teheran dari Siaga 2 menjadi Siaga 1,” ujar Menlu Sugiono.

Diketahui, sekitar 380 warga negara Indonesia (WNI) saat ini berada di Iran, khususnya di wilayah Teheran. Menyikapi kondisi ini, Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan KBRI Teheran untuk melakukan penilaian komprehensif guna mengantisipasi kemungkinan evakuasi WNI.

Selain itu, pemerintah juga menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga Iran untuk membuka akses lintas batas jika evakuasi perlu segera dilakukan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan negara-negara di sekitar Iran agar nantinya, bila diperlukan, proses evakuasi WNI bisa berlangsung dengan kemudahan akses di perbatasan,” jelas Sugiono.

Sejak 13 Juni 2025, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai kota di Iran, menargetkan fasilitas nuklir serta pusat-pusat militer. Hingga Rabu (18/6), media Iran melaporkan sedikitnya 585 korban jiwa dan lebih dari 1.300 orang luka-luka akibat serangan udara tersebut.

Sebagai balasan, militer Iran menembakkan rudal balistik ke wilayah Israel, menewaskan 24 orang dan melukai 500 lainnya.

Menlu Sugiono juga menegaskan sikap Indonesia yang mengutuk keras aksi militer Israel. “Serangan ini jelas merupakan pelanggaran hukum dan melemahkan prinsip-prinsip hukum internasional,” tegasnya. (Antara)

Baca Juga: Tiga Wakil Indonesia Tembus Final Asia Cup 2025, Recurve Campuran Tantang India

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

UU Satu Data Indonesia resmi disahkan. DPR sebut aturan ini mempermudah integrasi data bansos dan pendidikan untuk kebij...

news | 13:15 WIB

Menko Yusril Ihza Mahendra mendorong penguatan regulasi UU Pengelolaan Zakat untuk perkuat Baznas. Sementara itu, Baznas...

news | 12:58 WIB

Pemerintah imbau petani segera perbarui data e-RDKK pupuk subsidi MT Okmar sebelum 25 Oktober 2026. Cek HET terbaru dan ...

news | 12:30 WIB

Kementerian Keuangan menerbitkan PMK 74/2026 yang mengatur subsidi bunga kredit 10 persen per tahun untuk Kredit Perempu...

news | 12:15 WIB

Kemenekraf siap mendampingi pelaku ekonomi kreatif Indonesia menembus pasar Jepang melalui kurasi dan promosi di ajang I...

news | 11:57 WIB