Menlu Iran Ingatkan Trump: Fasilitas Bisa Hancur, Tapi Teknologi Tak Bisa Dibom

Menlu Iran Abbas Araghchi memperingatkan Donald Trump agar tidak menggunakan opsi militer dan menegaskan teknologi nuklir Iran tidak bisa dihancurkan dengan bom.

Elara | MataMata.com
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:37 WIB
Photo file: Orang-orang berkumpul di Lapangan Enghelab setelah seruan pemerintah untuk berunjuk rasa menentang protes baru-baru ini di seluruh negeri, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Photo file: Orang-orang berkumpul di Lapangan Enghelab setelah seruan pemerintah untuk berunjuk rasa menentang protes baru-baru ini di seluruh negeri, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Matamata.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak mengulangi "kesalahan" konfrontasi militer di masa lalu. Teheran menegaskan tetap membuka pintu diplomasi meskipun tensi kedua negara kembali memuncak.

“Pesan saya, jangan ulangi kesalahan yang Anda buat pada Juni,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Fox News, Rabu (14/1/2026), merujuk pada serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran saat konflik Iran-Israel tahun lalu.

Araghchi menekankan bahwa kekuatan militer tidak akan mampu menghentikan ambisi nuklir Iran. “Fasilitas bisa dihancurkan, tetapi teknologi tidak bisa dibom. Tekad juga tidak bisa dibom,” tegasnya.

Meski mengaku Iran memiliki rekam jejak hubungan yang buruk dengan Washington, Araghchi menyatakan bahwa jalur perundingan tetap menjadi prioritas. Ia menuding AS kerap meninggalkan meja diplomasi secara sepihak selama dua dekade terakhir.

“Antara perang dan diplomasi, diplomasi jauh lebih baik,” tambahnya.

Klaim Terorisme dalam Protes Domestik Terkait gelombang kerusuhan yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025, Araghchi mengeklaim pemerintah telah menerapkan "penahanan diri maksimal". Ia berdalih bahwa aksi protes tersebut telah dibajak oleh kelompok kekerasan dan "sel teror" yang digerakkan oleh Israel.

“Elemen teroris dari luar menyusup ke tengah protes dan menembaki aparat keamanan. Ini adalah rencana Israel untuk menyeret Presiden AS ke dalam konflik,” klaim Araghchi.

Ia menambahkan bahwa saat ini otoritas Iran telah memegang kendali penuh atas situasi di lapangan.

Perbedaan Data Korban Pernyataan Araghchi ini muncul di tengah kecaman internasional atas penanganan demonstran di Iran. Sebelumnya, Presiden Trump melalui CBS News mengancam akan mengambil “tindakan yang sangat kuat” jika Teheran melakukan eksekusi terhadap para pengunjuk rasa.

Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi mengenai jumlah korban. Namun, organisasi hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) memberikan estimasi yang kontras.

Baca Juga: KPK Sebut Ketua PBNU Aizzudin Diduga Jadi Perantara Suap Kuota Haji: Hubungkan Biro Travel ke Kemenag.

HRANA memperkirakan sedikitnya 2.500 orang tewas, termasuk demonstran dan aparat, dengan lebih dari 18.000 orang ditahan sejak kerusuhan pecah akibat krisis ekonomi.

Pihak AS dan Israel sendiri telah membantah tuduhan Iran yang menyebut mereka berada di balik kerusuhan tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar Ekonomi Pancasila saat upacara...

news | 16:49 WIB

KPK menargetkan pelimpahan kasus korupsi kuota haji dengan tersangka eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dilakukan setelah mus...

news | 16:46 WIB

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengajak Gen Z menjadikan Pancasila sebagai pedoman di era digital untuk menan...

news | 16:42 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan menyejukkan pada puncak perayaan Tri Suci W...

news | 16:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melayat mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum dimakamkan secar...

news | 12:13 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Pancasila sebagai cetak biru ekonomi nasional saat upacara Hari Lahir Pa...

news | 12:08 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat mendiang Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum menghadiri Upacara Hari L...

news | 10:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat ke kantor Kemhan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Rya...

news | 09:15 WIB

Wamenag Romo Muhammad Syafii optimistis tata kelola haji Indonesia semakin membaik berkat pembentukan Kementerian Haji d...

news | 07:15 WIB

Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya menegaskan revisi UU HAM Nomor 39 Tahun 1999 fokus pada perlindungan warga negara, bu...

news | 06:00 WIB