Wang Yi (kanan) dan Menlu Rusia Sergey Lavrov (kiri), dalam sebuah kegiatan di Jakarta, 2023. /ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
Matamata.com - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada Minggu (1/3/2026), guna membahas langkah diplomatik merespons serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri China, Senin (2/3), Wang Yi menegaskan bahwa atas inisiasi China dan Rusia, Dewan Keamanan PBB telah menggelar pertemuan darurat. Ia menyatakan keberatan keras terhadap penggunaan kekuatan militer dalam hubungan internasional.
"Serangan AS dan Israel terhadap Iran di tengah proses perundingan nuklir tidak dapat diterima. Pembunuhan terang-terangan terhadap pemimpin negara berdaulat serta upaya perubahan rezim melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan antarnegara," tegas Wang Yi.
Ia memperingatkan bahwa konflik yang meluas ke kawasan Teluk Persia saat ini telah mendorong Timur Tengah ke ambang jurang yang berbahaya. China pun merilis tiga posisi resmi terkait krisis Iran:
Senada dengan China, Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan serangan tersebut telah merusak stabilitas kawasan secara serius. Rusia berkomitmen memperkuat koordinasi dengan China melalui PBB dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) untuk menyerukan penghentian perang segera.
Evakuasi Warga Negara China Kementerian Luar Negeri China melaporkan sejumlah warga negaranya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Pemerintah China kini tengah menyiapkan jalur evakuasi darat melalui Azerbaijan, Armenia, Turki, dan Irak bagi warga maupun wisatawan yang terdampar.
Warga negara China diimbau untuk menjauhi fasilitas militer dan area sensitif, serta dilarang melakukan perjalanan ke Iran dan negara-negara terdampak di sekitarnya.
Situasi di Iran Agresi militer ke Teheran dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah petinggi militer, termasuk Komandan IRGC Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
Berdasarkan data terbaru, setidaknya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan yang juga menghancurkan berbagai infrastruktur strategis tersebut. (Antara)
Baca Juga: Situasi Iran Memanas, KBRI Teheran Mulai Tampung WNI yang Terlantar