Situasi Iran Memanas, KBRI Teheran Mulai Tampung WNI yang Terlantar

Dubes RI Rolliansyah Soemirat memastikan 329 WNI di Iran dalam kondisi aman pasca-serangan AS dan Israel. KBRI Teheran kini siaga penuh dan mulai menampung WNI.

Elara | MataMata.com
Senin, 02 Maret 2026 | 14:25 WIB
Tangkapan layar Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat saat berbicara kepada ANTARA melalui sambungan video di Jakarta, Senin (2/3/2026). /ANTARA/Kuntum Riswan.

Tangkapan layar Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat saat berbicara kepada ANTARA melalui sambungan video di Jakarta, Senin (2/3/2026). /ANTARA/Kuntum Riswan.

Matamata.com - Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran dalam kondisi aman. Saat ini, beberapa WNI telah dievakuasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk mendapatkan perlindungan.

Dalam sambungan video bersama ANTARA di Jakarta, Senin (2/3), Dubes yang akrab disapa Roy ini mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, terdapat 329 WNI yang tercatat berada di Iran. Enam di antaranya kini menetap di dalam kompleks KBRI karena asrama tempat mereka bekerja atau sekolah telah dikosongkan.

“Beberapa WNI sudah kami tampung di KBRI demi keamanan. Mayoritas karena pihak sekolah atau tempat kerja mereka mengosongkan asrama, sehingga mereka tidak tahu harus ke mana. Jadi, ini lebih ke faktor perlindungan tempat tinggal, bukan karena adanya ancaman langsung (direct threat) saat ini,” ujar Roy.

Roy menambahkan, jumlah WNI di Iran berpotensi lebih dari 329 orang. Hal ini disebabkan adanya sejumlah WNI yang belum melapor diri, terutama mereka yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dan tidak terdata sebagai penduduk tetap.

Meski demikian, tim KBRI di berbagai kota melaporkan bahwa hingga kini seluruh WNI terpantau dalam keadaan baik.

Situasi Teheran Dinamis Terkait kondisi keamanan, Roy menyebut situasi di Teheran masih sangat dinamis. Dampak serangan militer bahkan masih terlihat dan dirasakan jelas dari lingkungan KBRI. Pihak kedutaan pun terus dalam posisi siaga penuh.

“Kami belum dapat memprediksi perkembangan situasi dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan serangan lanjutan. Namun, KBRI dipastikan selalu siaga mengantisipasi segala kemungkinan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, KBRI telah mengeluarkan imbauan agar WNI membatasi aktivitas di luar rumah, menjauhi kerumunan massa atau demonstrasi, dan segera mencari tempat perlindungan jika situasi memburuk.

Meski demikian, Roy menekankan bahwa penilaian keamanan personal tetap dikembalikan kepada masing-masing individu.

“Kami tidak bisa memaksakan standar tertentu bahwa situasi sudah sangat bahaya dan mereka harus melakukan tindakan ekstrem, karena sebagian besar merasa belum ada ancaman langsung. Yang terpenting, kami memastikan jalur komunikasi tetap terbuka bagi mereka yang butuh bantuan,” lanjut Roy.

Baca Juga: Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya

Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak Sabtu (28/2) setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran merespons dengan meluncurkan rentetan drone dan rudal ke arah aset-aset AS serta Israel sebagai bentuk pertahanan diri. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Polri memburu bandar narkoba A. Hamid alias Boy dan kurir Satriawan terkait kasus aliran dana Rp1,8 miliar ke oknum poli...

news | 09:15 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghubungi para Dubes RI di Timur Tengah untuk memastikan keselamatan warga NTB di teng...

news | 07:15 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau kesiapan jalan nasional di Jawa Timur jelang mudik Lebaran 2026. Sebanyak 13.306 luban...

news | 06:15 WIB

Gubernur Jatim Khofifah dan Gubernur Malut Sherly Tjoanda bahas penguatan SPBE, manajemen ASN, hingga optimalisasi Tol L...

news | 14:15 WIB

BGN meluruskan alokasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp500 juta per SPPG untuk periode 12 hari. Dana disalurka...

news | 14:11 WIB

Survei terbaru Gallup mengungkap 57% warga AS dukung kemerdekaan Palestina. Simpati terhadap Israel di kalangan Republik...

news | 12:00 WIB

KPK duga korupsi di Ditjen Bea Cukai melibatkan perintah atasan secara berjenjang. Temuan uang Rp5 miliar di safe house ...

news | 09:15 WIB

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkap realisasi kredit UMKM 2025 baru 19,4%, jauh dari target RPJMN. Simak detail ke...

news | 07:15 WIB

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong DPR RI untuk segera memprioritaskan pembahasan Rancangan Undang-Unda...

news | 16:03 WIB

Kementerian Sosial (Kemensos) berkomitmen penuh menindaklanjuti laporan memilukan mengenai dugaan kekerasan yang dialami...

news | 15:50 WIB