Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya

Polri memburu bandar narkoba A. Hamid alias Boy dan kurir Satriawan terkait kasus aliran dana Rp1,8 miliar ke oknum polisi di Bima. Simak ciri-cirinya.

Elara | MataMata.com
Senin, 02 Maret 2026 | 09:15 WIB
DPO kasus narkoba atas nama A. Hamid alias Boy (kiri) dan Satriawan alias Awan (kanan). ANTARA/HO-Dittipidnarkoba Bareskrim Polri

DPO kasus narkoba atas nama A. Hamid alias Boy (kiri) dan Satriawan alias Awan (kanan). ANTARA/HO-Dittipidnarkoba Bareskrim Polri

Matamata.com - Bareskrim Polri tengah memburu seorang terduga bandar narkoba bernama A. Hamid alias Boy dan seorang kurir jaringan Koko Erwin bernama Satriawan alias Awan. Keduanya resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus peredaran gelap narkotika yang menyeret oknum perwira polisi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa pengejaran dilakukan secara terpadu.

“Saat ini dilakukan pencarian dan pengejaran bersama oleh petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB,” ujar Eko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3).

Peran Tersangka dan Aliran Dana Rp1,8 Miliar Berdasarkan hasil penyidikan, A. Hamid alias Boy diduga berperan sebagai penyetor dana kepada mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, yang kini telah berstatus tersangka.

Eko mengungkapkan, dalam periode Juni hingga November 2025, tersangka Malaungi diduga menerima uang dari Boy dengan total mencapai Rp1,8 miliar. Uang tersebut disebut sebagai "uang atensi" agar bisnis haram tersebut berjalan mulus.

Lebih lanjut, uang tersebut diserahkan Malaungi kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran kasus narkoba di lingkungan Mapolres Bima Kota tersebut.

Identitas dan Ciri-ciri DPO Polri merilis detail ciri-ciri fisik kedua DPO guna memudahkan identifikasi oleh masyarakat:

1. A. Hamid alias Boy (Bandar)

Ciri Fisik: Tinggi badan ±171 cm, badan gemuk, rambut hitam bergelombang, kulit sawo matang, mata bulat, wajah lonjong, dan alis tebal.

Latar Belakang: Berprofesi sebagai sopir, berdomisili di Kota Bima, NTB. Merupakan residivis kasus narkotika golongan I pada tahun 2021.

Baca Juga: Swara Anak Nusantara, Haris The Brothers Hidupkan Kembali Lagu Anak Indonesia

2. Satriawan alias Awan (Kurir)

Peran: Kurir dalam jaringan bandar Koko Erwin. Pernah membawa 1 kilogram sabu dari Aceh Besar untuk diedarkan di wilayah Bima.

Ciri Fisik: Tinggi badan ±160 cm, kulit putih, rambut pendek beruban (agak botak), dan memiliki ciri khusus berupa satu gigi ompong di bagian depan serta luka besar di kaki.

Latar Belakang: Wiraswasta, bertempat tinggal di Desa Lampe, Kota Bima, NTB.

Polri mengimbau masyarakat yang melihat atau memiliki informasi terkait keberadaan kedua orang tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyita aset kripto Iran senilai Rp17,8 triliun. Menkeu AS Scott Bessent sebut siap inca...

news | 16:39 WIB

PBNU meminta masyarakat tidak memberi stigma negatif pada institusi pondok pesantren akibat kasus kekerasan seksual oleh...

news | 16:29 WIB

Gedung Putih menegaskan Presiden AS Donald Trump hanya akan menerima kesepakatan nuklir dengan Iran yang menguntungkan A...

news | 15:00 WIB

Menhan AS Pete Hegseth beri peringatan keras ke China di Shangri-La Dialogue. AS siap gelontorkan anggaran militer Rp26....

news | 14:57 WIB

Megawati Soekarnoputri diperkirakan hadir dalam Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila. ...

news | 14:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto tiba di Jakarta usai kunjungan kenegaraan ke Prancis. Indonesia sukses kantongi 4 kesepakatan ...

news | 14:11 WIB

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mengungkap dua modus utama yang kerap digunakan calon jamaah haji nonp...

news | 13:59 WIB

Ratusan warga Teheran, Iran, konsisten turun ke jalan selama hampir 90 hari. Mereka menegaskan dukungan penuh pada pemer...

news | 13:53 WIB

Bareskrim Polri sidik dugaan manipulasi data ekspor (under invoicing) sawit oleh PT MMS. Kantor di Jakarta Utara dan gud...

news | 11:15 WIB

Iran menegaskan kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS) terganjal tuntutan berlebihan dari Washington. Simak krono...

news | 09:52 WIB