Jalur Gaza Terus Digempur, 6 Ribu Korban Luka Berat Disarankan Dirawat di Luar Negeri

Pemerintah di Gaza menyerukan agar 6.000 korban luka serius dirawat di luar negeri. Pasalnya, bencana kemanusiaan akibat blokade dan serangan Israel masih berlangsung hingga kini.

Riki Chandra | MataMata.com
Senin, 08 Januari 2024 | 16:16 WIB
Jumlah warga Palestina yang tewas meningkat sejak pecahnya konflik Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023. [Dok.Antara]

Jumlah warga Palestina yang tewas meningkat sejak pecahnya konflik Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023. [Dok.Antara]

Matamata.com - Pemerintah di Gaza menyerukan agar 6.000 korban luka serius dirawat di luar negeri. Pasalnya, bencana kemanusiaan akibat blokade dan serangan Israel masih berlangsung hingga kini.

Lewat pernyataan pada Ahad (7/1/2024), kantor media di Gaza menjelaskan situasi bencana di bidang kesehatan akibat serangan Israel sejak 7 Oktober.

Menurutnya, 30 rumah sakit di wilayah kantong itu tidak dapat beroperasi saat lebih dari 58.000 orang terluka akibat agresi Israel.

“Kami meminta saudara-saudara kami di Mesir untuk segera membuka perbatasan Rafah dan mengizinkan evakuasi 6.000 korban luka serius dari Gaza guna mendapatkan perawatan sebab rumah sakit di Jalur Gaza tidak sanggup melayani pasien yang begitu banyak,” katanya.

Hanya 10-20 korban luka yang katanya diizinkan untuk dievakuasi setiap hari. Situasi tersebut semakin membebani warga Palestina yang terluka, yang jumlahnya terus bertambah, seperti dikutip dalam pemberitaan itu.

Kantor media tersebut juga meminta komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat, untuk menekan Tel Aviv supaya menghentikan “perang genosida” terhadap rakyat Palestina yang tak berdaya.

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan di Gaza, Israel berupaya menghancurkan Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, dengan menggunakan pesawat nirawak (UAV).

Israel terus menggempur Gaza menyusul serangan lintas batas yang diluncurkan kelompok perlawanan Palestina, Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 22.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 58.400 orang lainnya.

Sementara itu, hampir 1.200 orang Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Serangan intens Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60 persen infrastruktur di sana rusak atau hancur dan hampir 2 juta penduduk mengungsi di tengah krisis makanan, air bersih serta obat-obatan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Pramono Anung resmi menghentikan praktik open dumping di Zona 4A TPST Bantargebang menyusul instruksi Mente...

news | 15:41 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong percepatan hilirisasi riset kampus di bidang pangan dan energi guna hadapi dampak ...

news | 15:06 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan tinjau MBG di Jepara. Distribusi sekolah umum capai 97%, sementara madrasah ditargetkan tunt...

news | 14:58 WIB

Kejagung sita dokumen dari kantor Ombudsman RI dan rumah Yeka Hendra Fatika terkait dugaan perintangan penyidikan kasus ...

news | 12:30 WIB

Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK) menegaskan masjid harus jadi pusat peradaban, penguatan ekonomi, dan penguasaan teknolog...

news | 11:30 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni desak Polri dan BNN usut tuntas peredaran Tramadol di Jakarta Timur menyusul ak...

news | 10:30 WIB

Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia terus meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada mitra-mitra yang dinilai...

news | 09:00 WIB

Pemerintah Irak kembali menegaskan penolakan keras terhadap penggunaan wilayah kedaulatannya sebagai lokasi peluncuran s...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas di Hambalang untuk memperkuat peran Perminas dalam hilirisasi mineral dan memas...

news | 07:00 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di Kot...

news | 06:15 WIB