Membongkar Ratusan Etnis Rohingya Masuk ke Indonesia, Agen Penyelundupan Ditangkap, Akui Untung hingga Rp3 Miliar

Terbongkarnya para imigran Rohingya hingga menepi di Indonesia dengan bantuan agen penyelundupan ini dijelaskan Kapolres Pidie.

Baktora | MataMata.com
Kamis, 07 Desember 2023 | 20:58 WIB
Ilustrasi Pengungsi Rohingya. (Twitter/@haikel_e)

Ilustrasi Pengungsi Rohingya. (Twitter/@haikel_e)

Matamata.com - Kronologi ratusan etnis Rohingya yang masuk ke Indonesia, terutama ke wilayah Aceh akhirnya terbongkar. Kehadiran para imigran tersebut ke Indonesia berawal dari agen-agen penyelundupan yang berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Pidie.

Menjadi agen penyelendupan berkaitan dengan bisnis di dalamnya. Agen penyelendupan tersebut bahkan meraup untung hingga Rp3 miliar.

Terbongkarnya para imigran Rohingya hingga menepi di Indonesia dengan bantuan agen penyelundupan ini dijelaskan Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali. Berawal dari jajaran Polres Pidie yang berhasil menangkap Husson Muktar.

Huson Muktar yang merupakan warga Sokoreya, Bangladesh memiliki akses termasuk mengantongi card UNHCR No B0201762. Hal ini yang dituding memudahkannya mengirim para imigran tersebut hingga dijadikan ladang bisnis.

Huson Muktar diduga memfasilitasi kapal kayu untuk mengangangkut rombongan imigran Rohingya dari perairan Bangladesh, Myanmar masuk ke perairan wilayah Indonesia.

Imam Asfali menyebutkan bahwa rombongan yang akan naik ke kapal harus membayar semacam upeti dan harus dilunasi oleh pengungsi tersebut. Itu juga menjadi tiket para etnis Rohingya bisa mendapatkan tempat tinggal baru.

Muktar menarik biaya yang bervariasi bagi pengungsi dari jenjang usia. Seperti anak-anak akan ditarik sebesar 50.000 Taka atau sekitar Rp7 juta dan orang dewasa sebesar 100.000 Taka atau Rp14 juta.

"Jika ditotalkan agen meraup keuntungan dari hasil kejahatan praktik penyelundupan tersebut bila dihitung kurs Indonesia sebesar Rp 3,3 miliar," ujarnya, Kamis (7/12/2023).

Huson Muktar juga tak bermain sendiri, pria 70 tahun itu, dibantu oleh lima rekannya, di antaranya Zahangir, Saber dan tiga lainnya yang tidak diketahui nama mereka.

Muktar ditangkap oleh polisi saat ia bersama rombongan etnis Rohingya tiba di pesisir pantai Gampong Blang Raya Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Muktar sempat melebur bersama rombongan Rohingya dan pada saat tertentu berusaha kabur bersama rekan agen lainnya.

Baca Juga: Aksi Syakir Daulay Bersama Pemuda Aceh Bangunkan Warga untuk Sahur Disorot

"Agen Zahangir, Saber, Husson Muktar dan 3 lainnya yang tidak diketahui tersebut ikut turun dari kapal dan melarikan diri ke arah hutan. Tapi karena Muktar sudah tua, ia tak kuat berlari dan ditangkap," kata dia.

Pelaku tersebut disangkakan dengan Pasal 120 Ayat (1) dan Ayat (2) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dan Pasal 55 Ayat (1) Ke I KUHPidana paling singkat 5 tahun dan paling lama lima belas tahun.

Seperti diketahui, rentetan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh tak kunjung berhenti. Hal ini menjadi perhatian banyak warga terutama masyarakat Aceh.

Kedatangan pengungsi Rohingya mendapat kecaman dan penolakan dari warga Aceh. Hal itu berkaitan dengan prilaku pengungsi tersebut yang justru tak terkendali.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

WHO memperingatkan sistem kesehatan Gaza di ambang kehancuran. Stok medis dasar habis dan 18.000 pasien menunggu evakuas...

news | 15:04 WIB

Perum Bulog dan Kementan jamin stok beras nasional aman hingga 324 hari ke depan di tengah gejolak perang Timur Tengah d...

news | 14:36 WIB

China kecam serangan AS-Israel ke Iran dan tegaskan dukungan politik bagi kedaulatan Teheran. Simak laporan lengkap evak...

news | 11:45 WIB

Situs megalit berusia 1.000 tahun di Dongi-Dongi, Poso, diduga dirusak penambang emas ilegal. Simak kronologi dan penjel...

news | 09:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut harga BBM subsidi berpotensi naik jika harga minyak dunia terus melonjak ...

news | 07:00 WIB

Dua kapal tanker Pertamina terjebak di Selat Hormuz akibat konflik Iran-AS. Pemerintah Indonesia intensifkan negosiasi d...

news | 15:00 WIB

BRIN kembangkan Inacell, material MCC dari limbah tandan kosong sawit untuk industri farmasi & pangan. Solusi ramah ling...

news | 14:15 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman puji hakim PN Batam yang tak vonis mati ABK pembawa 2 ton sabu, sebut hakim sudah ...

news | 13:30 WIB

Kabar baik untuk guru madrasah! Kemenag mulai cairkan TPG secara bertahap pekan ini. Simak jadwal penerbitan SKAKPT taha...

news | 12:00 WIB

Komisi Reformasi Polri siapkan rekomendasi besar untuk Presiden Prabowo, mulai dari revisi 32 regulasi internal hingga e...

news | 11:15 WIB