Wamendiktisaintek Stella Christie: ASN Harus Kuasai 'Deep Thinking' untuk Hadapi Tantangan Digital

Wamendiktisaintek Stella Christie ingatkan ASN pentingnya deep thinking dan system thinking dalam mengambil kebijakan agar tidak terjebak solusi sementara.

Elara | MataMata.com
Kamis, 30 April 2026 | 09:42 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam sesi Inspirative Talks pada Kemenkeu Learning Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan, di Jakarta, Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam sesi Inspirative Talks pada Kemenkeu Learning Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan, di Jakarta, Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Matamata.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan pentingnya penguatan kemampuan berpikir mendalam (deep thinking) dan berpikir sistemik (system thinking) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini krusial agar ASN mampu menghadapi tantangan global yang makin kompleks di era digital.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4), Stella menekankan bahwa pola pembelajaran saat ini tidak boleh lagi hanya berfokus pada akumulasi informasi. Menurutnya, poin utama yang dibutuhkan adalah kemampuan memproses dan memaknai informasi secara efektif.

"Cognitive science itu adalah information processing. Di dunia ini begitu banyak informasi yang masuk lewat indra, tetapi tidak semua informasi itu diolah oleh otak kita," ujar pakar psikologi kognitif tersebut.

Stella menjelaskan bahwa derasnya arus informasi di platform digital telah menggerus kemampuan fokus individu. Penurunan rentang perhatian (attention span) menjadi tantangan utama yang berdampak langsung pada kualitas pemahaman dan pengambilan keputusan, terutama dalam menangani persoalan pelik.

Kondisi tersebut, menurut Stella, menuntut ASN untuk mampu mengelola dua sistem berpikir: berpikir cepat (fast thinking) dan berpikir lambat (slow thinking). Dalam konteks kebijakan publik, pendekatan slow thinking yang analitis dan reflektif adalah kunci menghasilkan solusi berkelanjutan.

"Ambil waktu untuk memastikan bahwa solusi yang diberikan bukan sekadar solusi sementara, tetapi solusi yang menyelesaikan akar permasalahan secara sistematis atau system thinking," tegasnya.

Selain aspek kognitif, Stella juga menyoroti pentingnya keseimbangan kapasitas SDM. ASN diharapkan memiliki kombinasi antara keterampilan umum (general skills)—seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan—dengan keahlian teknis (technical expertise) yang mendalam.

Terakhir, Stella mendorong perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan, yakni bergeser dari pengukuran berbasis input menuju pengukuran berbasis hasil (outcome).

"Keberhasilan kebijakan harus dilihat dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, bukan semata-mata diukur dari tingkat penyerapan anggaran," pungkas Stella. (Antara)

Baca Juga: Kemendag Perketat Impor Komoditas Pertanian Mulai 8 Mei 2026, Ini Daftar Aturannya

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menghibahkan motor listrik ke guru honorer. Namun, DPR memberi peringata...

news | 16:24 WIB

Kemenhaj akan menyamakan durasi pelatihan petugas haji pusat dan daerah menjadi satu bulan penuh pada musim haji 1448 H/...

news | 15:28 WIB

Menpora Erick Thohir menyebut ada 7.200 titik nobar Piala Dunia 2026 di Indonesia yang sukses menggerakkan ekonomi daera...

news | 15:11 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan seluruh bantuan pertanian dari pemerintah gratis. Petani diminta segera melaporkan oknum y...

news | 14:53 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perlindungan hukum investor Patriot Bond hanya berlaku pada dana investasi, bukan...

news | 14:41 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan 1.151 km jalan daerah di 37 provinsi dari Sampang. Proyek Inpres 2025 ini dit...

news | 12:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja satu hari ke Jawa Timur untuk meresmikan 1.151 km proyek Jalan Daera...

news | 11:15 WIB

Lionel Messi resmi memecahkan rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia usai mencet...

news | 08:15 WIB

Perundingan damai Iran dan AS di Swiss sempat diwarnai aksi walk out akibat ancaman Donald Trump. Namun, Menlu Iran sebu...

news | 07:15 WIB

Pemerintah resmi membebaskan bea masuk impor LPG industri, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat menjadi 0% demi t...

news | 06:00 WIB