Kemendagri Jamin Nasib PPPK Aman, Minta Pemda NTT Efisiensi Belanja Operasional

Kemendagri menjamin keberlanjutan PPPK dan memastikan alokasi belanja pegawai di daerah tetap ideal pada 2026 melalui strategi penyehatan fiskal dan efisiensi belanja.

Elara | MataMata.com
Selasa, 07 April 2026 | 13:30 WIB
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni di Jakarta, Rabu (18/12/2024). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni di Jakarta, Rabu (18/12/2024). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Matamata.com - Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan keberlanjutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap terjamin. Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap menjaga pengendalian belanja pegawai agar tetap berada dalam batas ideal.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, dalam rapat koordinasi bersama Penjabat Gubernur NTT dan kepala daerah se-NTT di Kupang, Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan data APBD Provinsi NTT Tahun Anggaran 2026, total belanja daerah tercatat sebesar Rp5,31 triliun. Dari jumlah tersebut, alokasi belanja pegawai mencapai Rp2,72 triliun, yang di dalamnya sudah mencakup kebutuhan 12.380 PPPK penuh waktu senilai Rp813,91 miliar.

"Seluruh kebutuhan belanja pegawai telah teralokasi dan mencukupi, termasuk untuk PPPK. Kami memastikan hak-hak aparatur terpenuhi sembari mendorong efisiensi agar proporsi belanja sesuai ketentuan," ujar Fatoni dalam keterangan tertulisnya.

Setelah komponen belanja dan tunjangan guru dikeluarkan, proporsi belanja pegawai NTT saat ini berada di angka 40,29 persen. Sebagai langkah penataan tenaga non-ASN, pemerintah juga telah menyerahkan SK kepada 4.536 PPPK paruh waktu pada hari yang sama.

Strategi Penyehatan Fiskal Untuk menjaga keberlanjutan fiskal tanpa mengorbankan pelayanan publik, Kemendagri mendorong pemerintah daerah melakukan dua langkah strategis: pengendalian belanja dan penguatan pendapatan daerah.

Dalam jangka pendek, Fatoni menginstruksikan pemda untuk melakukan realokasi belanja. Hal ini mencakup pemangkasan anggaran perjalanan dinas, efisiensi biaya operasional, serta pengetatan belanja pendukung yang dinilai belum mendesak.

"Untuk tahun anggaran 2027, pemerintah menyiapkan pembaruan data fiskal sebagai dasar perhitungan transfer pusat. Kami juga mendorong kerja sama pemda dengan badan usaha untuk memperluas ruang pembiayaan pembangunan," tambahnya.

Selain efisiensi, Kemendagri menitikberatkan pendampingan pada optimalisasi pajak dan retribusi, peningkatan kinerja BUMD, pemanfaatan aset daerah, hingga penguatan peran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pemda juga disarankan mulai melirik sumber pembiayaan alternatif seperti CSR dan kolaborasi lintas lembaga guna meringankan beban APBD. (Antara)

Baca Juga: Stella Christie Ungkap Penyebab Energi Panas Bumi Belum Optimal di Indonesia

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah konflik geopolitik global s...

news | 13:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan...

news | 13:51 WIB

China kritik keras rencana Jepang menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen PDB dan menolak pengerahan sistem rudal ...

news | 13:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang di BUBK Kebumen dengan Maung Garuda. Proyek strategis ini s...

news | 11:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB