Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global

Menteri Kebudayaan Fadli Zon umumkan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari masuk agenda UNESCO. Simak rencana pembangunan museum di Afrika Selatan.

Elara | MataMata.com
Rabu, 29 April 2026 | 06:00 WIB
Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global

Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global

matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa peringatan 400 tahun pahlawan nasional Syekh Yusuf Al-Makassari telah resmi diterima dan masuk dalam agenda organisasi internasional UNESCO. Pengakuan ini mempertegas signifikansi sejarah sang ulama pejuang di kancah peradaban dunia.

"Usulan tersebut telah diajukan sejak tahun lalu dan kini resmi menjadi bagian dari agenda global," ujar Fadli Zon saat menghadiri Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Kawasan Banten Lama, Kota Serang, Selasa (28/4) malam.

Menurut Fadli, Syekh Yusuf merupakan sosok luar biasa dengan rekam jejak perjuangan lintas geografis, mulai dari Banten, Batavia, Sri Lanka, hingga Cape Town di ujung selatan Benua Afrika. Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf bukan sekadar tokoh agama, melainkan simbol perlawanan terhadap politik Apartheid.

Perjuangan beliau bahkan menjadi inspirasi bagi tokoh besar dunia seperti Nelson Mandela dalam melawan penindasan rasial yang berlangsung puluhan tahun di wilayah tersebut.

Diplomasi Budaya di Afrika Selatan Menindaklanjuti pengakuan internasional ini, Kementerian Kebudayaan tengah merintis pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town yang akan berfungsi sebagai Rumah Budaya Indonesia. Rencana strategis ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

"Selain pembangunan fisik, penting juga menghidupkan kembali literasi pemikiran Syekh Yusuf. Kami mendorong penerbitan karya-karya beliau hingga gagasan pembuatan film layar lebar agar nilai keteladanannya bisa diakses generasi muda," tutur Fadli.

Terkait sebaran keturunan Indonesia di Afrika Selatan, Fadli menyebut terdapat potensi hingga 2,7 juta orang yang dikenal sebagai masyarakat "Cape Malay". Angka ini jauh melampaui data administratif sebelumnya, menunjukkan luasnya dampak kehadiran para pejuang Nusantara yang diasingkan pada masa kolonial.

Revitalisasi Banten Lama Di dalam negeri, Kementerian Kebudayaan berkomitmen mempercepat penetapan status sejumlah situs di Banten Lama menjadi Cagar Budaya Nasional. Situs ikonik seperti Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk akan dikaji untuk dipugar sesuai pola sejarah aslinya.

Fadli menegaskan bahwa langkah pelestarian ini merupakan amanah Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus melindungi dan mengembangkan nilai budaya yang menjadi jati diri bangsa. (Antara)

Baca Juga: Mendes PDT: Kebijakan Presiden Tak Naikkan Harga BBM Jaga Daya Beli Warga Desa

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB