KAI Batalkan Perjalanan KA Parahyangan Dampak Insiden di Stasiun Bekasi Timur

PT KAI membatalkan sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh relasi Bandung-Jakarta akibat tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 4 orang.

Elara | MataMata.com
Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB
Kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. (ANTARA/HO-Tangkap Layar Video)

Kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. (ANTARA/HO-Tangkap Layar Video)

Matamata.com - PT Kereta Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung membatalkan sejumlah perjalanan kereta api menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Kecelakaan tragis ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengonfirmasi bahwa gangguan operasional di wilayah Daop 1 Jakarta tersebut berdampak langsung pada jadwal keberangkatan dari dan menuju Bandung.

"Dua perjalanan KA Argo Parahyangan, yakni KA 139B keberangkatan Bandung pukul 19.25 WIB dan KA 140B keberangkatan Gambir pukul 23.05 WIB, dibatalkan sebagian perjalanannya untuk lintas Karawang-Gambir PP," ujar Kuswardojo saat dihubungi dari Purwakarta.

Ia menjelaskan bahwa saat ini penanganan di lokasi kejadian masih terus dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan petugas dan pengguna jasa. KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan serta duka cita mendalam bagi para korban.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan dalam keterangan resminya di Jakarta bahwa fokus utama saat ini adalah evakuasi penumpang dan penanganan rangkaian kereta.

"Seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang, awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," kata Anne.

Berdasarkan data sementara, tercatat empat penumpang KRL meninggal dunia akibat insiden tersebut. Selain korban jiwa, sebanyak 38 penumpang KRL dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KAI masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi dan penyebab pasti insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis di Natuna berhenti beroperasi sementara akibat...

news | 16:03 WIB

COO Danantara Dony Oskaria membeberkan strategi restrukturisasi BUMN yang diawali dengan pembenahan data jumlah perusaha...

news | 15:59 WIB

Pemerintah resmi memberikan subsidi kedelai impor sebesar Rp2.000 per kg untuk 250.000 ton tahap awal demi melindungi pe...

news | 14:47 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan untuk wa...

news | 12:30 WIB

Kemlu Rusia angkat bicara terkait kabar Presiden Vladimir Putin yang belum menerima undangan dari AS untuk menghadiri KT...

news | 11:30 WIB

Presiden Prabowo perintahkan Mendikdasmen Abdul Mu'ti bentuk tim evaluasi buku pelajaran sekolah agar tak kalah dari lua...

news | 10:00 WIB

Presiden Prabowo instruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia percepat peralihan LPG ke CNG demi ketahanan energi. Pemerin...

news | 09:15 WIB

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran Rp5 triliun untuk cetak sawah 80 ribu hektare di Papua periode 2025-2026 d...

news | 08:15 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan pemersatu bangsa ...

news | 07:15 WIB

Kejagung menyatakan menerima hasil vonis banding anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto, dan kini menunggu sikap resm...

news | 06:15 WIB