Kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. (ANTARA/HO-Tangkap Layar Video)
Matamata.com - PT Kereta Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung membatalkan sejumlah perjalanan kereta api menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Kecelakaan tragis ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengonfirmasi bahwa gangguan operasional di wilayah Daop 1 Jakarta tersebut berdampak langsung pada jadwal keberangkatan dari dan menuju Bandung.
"Dua perjalanan KA Argo Parahyangan, yakni KA 139B keberangkatan Bandung pukul 19.25 WIB dan KA 140B keberangkatan Gambir pukul 23.05 WIB, dibatalkan sebagian perjalanannya untuk lintas Karawang-Gambir PP," ujar Kuswardojo saat dihubungi dari Purwakarta.
Ia menjelaskan bahwa saat ini penanganan di lokasi kejadian masih terus dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan petugas dan pengguna jasa. KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan serta duka cita mendalam bagi para korban.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan dalam keterangan resminya di Jakarta bahwa fokus utama saat ini adalah evakuasi penumpang dan penanganan rangkaian kereta.
"Seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang, awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," kata Anne.
Berdasarkan data sementara, tercatat empat penumpang KRL meninggal dunia akibat insiden tersebut. Selain korban jiwa, sebanyak 38 penumpang KRL dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KAI masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi dan penyebab pasti insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur tersebut. (Antara)