Mendag: Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg Hadapi Gejolak Global

Pemerintah resmi memberikan subsidi kedelai impor sebesar Rp2.000 per kg untuk 250.000 ton tahap awal demi melindungi pengrajin tahu-tempe dari gejolak global.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:47 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri Campuspreneur 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri Campuspreneur 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Matamata.com - Pemerintah resmi menggulirkan kebijakan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram (kg). Langkah strategis ini diambil untuk membantu para pengrajin tahu dan tempe dalam menghadapi lonjakan harga bahan baku akibat gejolak pasar global serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan hasil keputusan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Selasa (9/6/2026).

"Karena terganggu dengan harga yang sudah naik, jadi kita membantu para perajin tempe," ujar Budi Santoso di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).

Pada tahap awal, pemerintah melalui Perum Bulog akan menyalurkan subsidi untuk kuota sekitar 250.000 ton kedelai impor. Kuota ini disiapkan mengingat sebagian besar pemenuhan kebutuhan kedelai nasional saat ini masih bergantung pada pasar internasional.

Budi menambahkan, kenaikan harga kedelai belakangan ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan konflik global yang mengganggu rantai pasok pangan dunia. Melalui subsidi ini, pemerintah berharap beban biaya produksi hilir dapat ditekan.

"Tujuannya adalah untuk meringankan harga yang semakin tinggi karena imbas pasar global, karena perang, sehingga nanti perajin tetap bisa memproduksi tempenya sesuai harga yang ada sekarang," katanya.

Senada dengan Mendag, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa intervensi ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap pelemahan kurs rupiah. Jika tidak diredam, pelemahan mata uang berpotensi melambungkan harga kedelai di tingkat domestik secara liar.

Dengan adanya subsidi Rp2.000 per kg ini, pemerintah optimistis para pelaku usaha tahu dan tempe dapat mempertahankan keberlangsungan produksi mereka, sekaligus menjaga agar harga jual di pasar tetap terjangkau oleh masyarakat luas. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

COO Danantara Dony Oskaria membeberkan strategi restrukturisasi BUMN yang diawali dengan pembenahan data jumlah perusaha...

news | 15:59 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan untuk wa...

news | 12:30 WIB

Kemlu Rusia angkat bicara terkait kabar Presiden Vladimir Putin yang belum menerima undangan dari AS untuk menghadiri KT...

news | 11:30 WIB

Presiden Prabowo perintahkan Mendikdasmen Abdul Mu'ti bentuk tim evaluasi buku pelajaran sekolah agar tak kalah dari lua...

news | 10:00 WIB

Presiden Prabowo instruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia percepat peralihan LPG ke CNG demi ketahanan energi. Pemerin...

news | 09:15 WIB

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran Rp5 triliun untuk cetak sawah 80 ribu hektare di Papua periode 2025-2026 d...

news | 08:15 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan pemersatu bangsa ...

news | 07:15 WIB

Kejagung menyatakan menerima hasil vonis banding anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto, dan kini menunggu sikap resm...

news | 06:15 WIB

Iran menegaskan menolak bernegosiasi dengan AS di bawah ancaman militer. Rencana operasi serangan udara baru Donald Trum...

news | 15:05 WIB

Raffi Ahmad bantah terlibat kasus dugaan suap impor Blueray Cargo. Raffi sebut namanya terseret hanya karena sempat berf...

news | 15:02 WIB