Tembus Rp5 Triliun! Mentan Amran Genjot Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran Rp5 triliun untuk cetak sawah 80 ribu hektare di Papua periode 2025-2026 demi kemandirian pangan.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB
Tembus Rp5 Triliun! Mentan Amran Genjot Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua

Tembus Rp5 Triliun! Mentan Amran Genjot Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua

matamata.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa luas lahan cetak sawah yang telah dan sedang dibangun di Papua pada periode 2025 hingga 2026 mencapai sekitar 80.000 hektare. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di wilayah Indonesia Timur.

Amran menjelaskan, capaian tersebut merupakan akumulasi program cetak sawah yang digulirkan pemerintah untuk mendongkrak produksi beras nasional.

"Total sekarang 80 ribu hektare. Tahun 2025 dan 2026 luas cetak sawah di Papua mencapai 80.000 hektare," ujar Amran dalam jumpa pers usai Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut Amran, sebagian dari total lahan tersebut sudah memasuki masa produksi. Sementara itu, sisanya masih dalam tahap pengerjaan dan pengembangan di lapangan.

Ia merinci, proyek cetak sawah pada 2025 telah merealisasikan lahan seluas 30.000 hektare yang kini mulai berkontribusi pada produksi pangan daerah. Selanjutnya pada 2026, pemerintah membidik tambahan cetak sawah baru seluas 50.000 hektare.

Melalui dukungan teknologi dan mekanisasi pertanian, produktivitas lahan di Papua diharapkan melonjak signifikan. Jika sebelumnya rata-rata hanya menghasilkan tiga ton gabah per hektare, ke depan ditargetkan mampu memproduksi lima hingga tujuh ton per hektare.

Amran menegaskan, setiap program cetak sawah skala besar wajib diikuti dengan penyediaan teknologi pertanian. Oleh karena itu, pemerintah segera mengirimkan ratusan unit alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk traktor, untuk mempercepat modernisasi.

"Traktornya ratusan totalnya. Setiap kita cetak sawah langsung diikuti dengan teknologi, alsintannya. Kenapa? Karena kalau luasan hamparan puluhan ribu, bahkan nanti ratusan ribu, tidak mungkin pakai manual. Khusus sawah harus menggunakan alat-alat modern," tegas Mentan.

Demi memuluskan misi ini, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran fantastis lebih dari Rp5 triliun selama periode 2025–2026. Dana ini bersumber dari hasil efisiensi dan pengalihan (refocusing) anggaran Kementan yang dialihkan untuk seluruh provinsi di Papua.

Secara rinci, alokasi anggaran pada 2025 mencapai lebih dari Rp2 triliun, kemudian melonjak menjadi sekitar Rp3,2 triliun pada 2026. Amran mengklaim total anggaran dua tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pembangunan pertanian Papua.

Baca Juga: Ciara Brosnan hingga Jefan Nathanio, Kompak Dalami Peran Menantang di Sinetron 'Asmara Gen Z'

Untuk tahun 2026, Kementan membagi anggaran tersebut ke dalam beberapa sektor strategis, di antaranya:

  1. Prasarana dan sarana pertanian: Rp2,28 triliun
  2. Perkebunan: Rp263,58 miliar
  3. Pembangunan lahan dan irigasi: Rp223,47 miIiar
  4. Tanaman pangan: Rp167,94 miliar
  5. Penyuluhan dan pelatihan: Rp14,36 miliar
  6. Peternakan: Rp11,06 miliar
  7. Perakitan dan modernisasi: Rp9,37 miliar
  8. Hortikultura: Rp1,56 miliar

Melalui investasi besar-besaran ini, pemerintah optimistis kapasitas produksi pangan dan komoditas unggulan di Papua dapat meningkat pesat, sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Specialty coffee Indonesia sukses memikat pengunjung Swiss Coffee Festival 2026. Varietas Liberika, Excelsa, dan Arabika...

news | 06:00 WIB

PT Transjakarta bersama Dishub DKI merampungkan penataan separator Koridor 9 demi menekan angka kecelakaan dan menjaga k...

news | 14:30 WIB

Komnas Perempuan mendesak Kementerian Keuangan meninjau PPN produk menstruasi. Pajak pembalut dinilai menambah beban eko...

news | 14:00 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyebut keberadaan intelijen Israel di negara tetangga dan serangan siber hibrida sebagai pot...

news | 13:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengendalikan produksi batu bara nasional lewat RKAB demi kerek harga global dan mendongkr...

news | 12:30 WIB