Kopi Specialty Indonesia Unjuk Gigi di Swiss Coffee Festival 2026, Liberika dan Excelsa Jadi Primadona
matamata.com - Beragam specialty coffee asal Indonesia sukses memikat pengunjung Swiss Coffee Festival (SCF) 2026. Kehadiran kopi Nusantara tersebut diusung oleh tiga distributor kopi Eropa, yakni Cademo Coffee dan Rayanna Roast asal Belanda, serta Meramanis Coffee asal Jerman.
Keikutsertaan Indonesia untuk keempat kalinya dalam festival tahunan paling bergengsi di Swiss ini merupakan kolaborasi KBRI Bern dan Atase Perdagangan di Jenewa guna menggenjot promosi produk unggulan nasional.
"Kami ingin mempertahankan momentum peningkatan ekspor kopi Indonesia agar terus menjadi pemain utama specialty coffee di Swiss," kata Duta Bureau RI (Dubes) untuk Swiss, Ngurah Swajaya, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Ngurah juga mendorong para petani dan pelaku usaha kopi nasional untuk konsisten menjaga keaslian serta keberlanjutan produk. Langkah ini sejalan dengan catatan KBRI yang merekam lonjakan signifikan ekspor kopi Indonesia ke Swiss dalam 10 tahun terakhir, dengan nilai tertinggi mencapai sekitar 32 juta dolar AS pada 2025.
SCF menjadi platform strategis untuk mempromosikan specialty coffee Indonesia kepada konsumen, pelaku industri, hingga calon mitra bisnis di Eropa. Melalui festival yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 ini, pengunjung berkesempatan mencicipi aneka ragam biji kopi asal Sumatra, Jawa, Bali, hingga Flores.
Jenis kopi Arabika honey asal Jawa Barat serta varietas Liberika menjadi primadona selama pameran. Cita rasa unik Liberika—yang tergolong langka di pasar Swiss—mampu menarik perhatian luas. Selain itu, Indonesia menjadi satu-satunya peserta yang menyajikan Arabika dengan metode proses honey anaerobe, menghasilkan rasa fruity dan light yang disukai berbagai kalangan.
Pengusaha Meramanis Coffee asal Cologne, Jerman, Nozky Danit, mengungkapkan bahwa specialty coffee Indonesia makin diterima dengan baik oleh masyarakat Eropa. Keterlibatan para distributor berpengalaman ini pun membuahkan kesepakatan bisnis konkret.
Nozky mengantongi permintaan hingga 10 ton kopi decaf dan 300 kilogram biji kopi Robusta. Sementara itu, Rayanna Roast menerima pesanan Arabika honey Jawa Barat, dan Cademo Coffee mendapat permintaan untuk varietas Kintamani Klasik.
Tak hanya jualan produk siap saji, Indonesia turut memboyong tujuh sampel produk kopi dari UMKM lokal, seperti PT Lamas Coffee Indonesia, CV Federico, PT Iceh Agro, PT Kopinang Indische Koffie, Kiyogura Mangun Karsa, Doa Coffee, dan PT Triputra Nusa Jaya. Kopi varietas Excelsa milik Lamas Coffee bahkan menjadi satu-satunya kopi langka yang hadir di pameran tersebut.
Partisipasi berkelanjutan ini diharapkan tak hanya memperkuat citra kopi Nusantara di pasar internasional, tetapi juga memperluas jaringan distribusi ekspor ke seluruh kawasan Eropa.
Baca Juga: Sidang Pembunuhan ART di PN Cibinong Ditunda, Pengacara akan Laporkan Perbudakan
(Antara)