Transjakarta Tata Separator Koridor 9: Cegah Kecelakaan dan Jaga Headway Bus

PT Transjakarta bersama Dishub DKI merampungkan penataan separator Koridor 9 demi menekan angka kecelakaan dan menjaga konsistensi headway bus.

Elara | MataMata.com
Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB
Transjakarta Tata Separator Koridor 9: Cegah Kecelakaan dan Jaga Headway Bus

Transjakarta Tata Separator Koridor 9: Cegah Kecelakaan dan Jaga Headway Bus

matamata.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membeberkan alasan di balik pembenahan separator atau pembatas jalur Mobile Concrete Barrier (MCB) di Koridor 9 rute Pinang Ranti–Pluit. Tingginya angka insiden kendaraan non-Transjakarta yang menabrak pembatas jalan di jalur tersebut menjadi pertimbangan utamanya.

"Prioritas di Koridor 9 diberikan mengingat ada beberapa insiden di lokasi tersebut, seperti truk atau kendaraan roda empat yang menabrak MCB," ujar Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Salah satu peristiwa menonjol terjadi pada Rabu (21/10/2026), ketika sebuah truk menabrak separator MCB di sekitar Halte Kemanggisan. Kecelakaan tersebut berdampak langsung pada keterlambatan kedatangan armada bus di sejumlah rute pendukung, seperti rute 1W, 3F, 9A, 10H, S61, dan T31.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Transjakarta bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah merampungkan penataan ulang serta pengecatan separator di sepanjang Koridor 9. Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi sterilisasi jalur busway.

Ayu menambahkan, penataan ini mencakup reposisi dan perbaikan struktur beton MCB pada titik-titik rawan benturan. Selain itu, pengecatan ulang dilakukan guna meningkatkan visibilitas pengemudi pada malam hari atau saat cuaca buruk. Transjakarta juga memasang rambu petunjuk tambahan (chevron) serta paku jalan tenaga surya (solar-cell) di lokasi-lokasi strategis.

Dengan visualisasi separator yang lebih jelas, keberadaan penataan ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas dan potensi kecelakaan.

"Penataan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi jarak antarbus (headway) serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpang," tutur Ayu. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komnas Perempuan mendesak Kementerian Keuangan meninjau PPN produk menstruasi. Pajak pembalut dinilai menambah beban eko...

news | 14:00 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyebut keberadaan intelijen Israel di negara tetangga dan serangan siber hibrida sebagai pot...

news | 13:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengendalikan produksi batu bara nasional lewat RKAB demi kerek harga global dan mendongkr...

news | 12:30 WIB

Partai Gerindra menegaskan tidak mengintervensi kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD di Jawa Tim...

news | 12:15 WIB

DPRD DKI Jakarta menyepakati alokasi anggaran Rp1,549 triliun untuk Dinas PRKP guna menata RW kumuh dan merevitalisasi r...

news | 11:52 WIB