Anggaran Belum Cair, 4 Pusat Makan Bergizi Gratis di Natuna Berhenti Operasi Sementara

Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis di Natuna berhenti beroperasi sementara akibat anggaran bahan pangan belum cair.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:03 WIB
Relawan SPPG di Natuna, saat memasukkan MBG ke kendaraan pengangkut pada 2026. ANTARA/HO-SPPG Bunguran Timur Laut

Relawan SPPG di Natuna, saat memasukkan MBG ke kendaraan pengangkut pada 2026. ANTARA/HO-SPPG Bunguran Timur Laut

Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Penghentian ini dipicu oleh belum cairnya anggaran untuk pengadaan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Koordinator BGN Wilayah Natuna, Lutshia Widi Febiana, mengonfirmasi bahwa operasional keempat satuan pelayanan tersebut resmi berhenti mulai Jumat (12/6/2026). Adapun empat SPPG yang terdampak berada di wilayah Batubi Jaya, Kelarik, Harapan Jaya, dan Cemaga.

"Penyebabnya dana belum masuk ke virtual account. Untuk jangka waktu (penghentian) ini, kami belum mengetahui secara pasti," kata Lutshia saat dikonfirmasi dari Natuna, Jumat (12/6/2026).

Lutshia menjelaskan, dana yang tertahan tersebut sedianya digunakan untuk membeli bahan pangan lokal. Bahan-bahan itu nantinya diolah menjadi makanan bergizi yang dibagikan kepada para penerima manfaat program MBG.

Kasus keterlambatan anggaran ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, SPPG Bunguran Timur Laut juga sempat menghentikan layanan pada 8–9 Juni 2026. Namun, layanan di wilayah tersebut sudah kembali normal sejak Rabu (10/6/2026) setelah dana berhasil dicairkan.

Meskipun empat unit pelayanan lumpuh sementara, BGN memastikan program MBG di Natuna tidak sepenuhnya terhenti. Layanan masih berjalan di tujuh SPPG lainnya yang tersebar di wilayah Batu Hitam, Pering, Ranai Darat, Bunguran Timur Laut, Serasan, Midai, dan Subi.

Saat ini, Natuna baru memiliki 11 SPPG yang beroperasi dari total target 28 unit yang direncanakan.

"Sebelas SPPG tersebut melayani sekitar 22.098 penerima manfaat yang terdiri atas peserta didik dan kelompok sasaran lainnya. Namun, saat ini empat di antaranya harus berhenti sementara," pungkas Lutshia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

COO Danantara Dony Oskaria membeberkan strategi restrukturisasi BUMN yang diawali dengan pembenahan data jumlah perusaha...

news | 15:59 WIB

Pemerintah resmi memberikan subsidi kedelai impor sebesar Rp2.000 per kg untuk 250.000 ton tahap awal demi melindungi pe...

news | 14:47 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan untuk wa...

news | 12:30 WIB

Kemlu Rusia angkat bicara terkait kabar Presiden Vladimir Putin yang belum menerima undangan dari AS untuk menghadiri KT...

news | 11:30 WIB

Presiden Prabowo perintahkan Mendikdasmen Abdul Mu'ti bentuk tim evaluasi buku pelajaran sekolah agar tak kalah dari lua...

news | 10:00 WIB

Presiden Prabowo instruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia percepat peralihan LPG ke CNG demi ketahanan energi. Pemerin...

news | 09:15 WIB

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran Rp5 triliun untuk cetak sawah 80 ribu hektare di Papua periode 2025-2026 d...

news | 08:15 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan pemersatu bangsa ...

news | 07:15 WIB

Kejagung menyatakan menerima hasil vonis banding anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto, dan kini menunggu sikap resm...

news | 06:15 WIB

Iran menegaskan menolak bernegosiasi dengan AS di bawah ancaman militer. Rencana operasi serangan udara baru Donald Trum...

news | 15:05 WIB